Jumat, 29 Mei 2026

Kampus

Yuk, Raih Beasiswa DAAD ke Jerman!

Jumat, 31 Jul 2015 09:10
Ilustrasi: Shutterstock
Program beasiswa DAAD terbuka untuk calon pelajar yang berminat melanjutkan studi S-2 dan S-3 di Jerman.
JAKARTA-Berminat sekolah gratis ke Jerman? Coba peruntunganmu dengan mendaftar beasiswa Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD).

Program beasiswa ini terbuka bagi pelajar yang berniat melanjutkan studi pascasarjana di berbagai perguruan tinggi Jerman. Kamu bisa memilih berbagai bidang studi berikut ini: ilmu ekonomi/administrasi bisnis/ekonomi politik, teknik dan ilmu terkait, matematika, agrikultur dan ilmu kehutanan, ilmu lingkungan, kesehatan masyarakat/ilmu kedokteran hewan, ilmu sosial, serta kajian pendidikan, hukum, dan media.

Tidak ada batasan usia bagi pelamar beasiswa DAAD. Meski begitu, rentang maksimal dari gelar akademis terakhir adalah enam tahun. Selain itu, pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun.

Pelamar harus memiliki nilai IPK minimal 2,75. Beberapa program studi mensyaratkan nilai IPK yang lebih tinggi. Bahkan, pendaftar program doktor harus mengantongi nilai IPK setidaknya 3,0.

Syarat kemampuan bahasa adalah memiliki sertifikat TOEFL internasional dengan nilai minimal 550 (paper based TOEFL) atau 213 (computer based) atau 80 (internet based). Boleh juga melampirkan sertifikat IELTS dengan nilai minimal 6. Perlu diingat, beberapa program studi mungkin memiliki syarat kemampuan bahasa yang berbeda.

Jika mengambil perkuliahan dengan bahasa pengantar Jerman, tentu pelamar harus memiliki kecakapan berbahasa Jerman. Pastikan persyaratan minimal yang harus dipenuhi dengan melihat informasi di laman resmi perguruan tinggi tujuan.

Pelamar yang lulus seleksi akan mendapatkan biaya kepindahan, termasuk asuransi kesehatan dan kecelakaan serta biaya transportasi. Bahkan, DAAD akan membayar biaya riset tahunan. Namun, DAAD tidak akan menanggung biaya tambahan yang dibebankan universitas seperti biaya pendaftaran dan registrasi per semester.

Guna melamar, siapkan dokumen berikut ini:

- Formulir pendaftaran beasiswa DAAD;

- CV yang ditandatangani;

- Surat motivasi yang ditandatangani;

- Proposal penelitian (jika diminta);

- Surat rekomendasi akademis dari kampus asal;

- Surat rekomendasi profesional dari atasan;

- Surat keterangan sebagai karyawan di perusahaan, dan jika memungkinkan jaminan tetap menjadi karyawan usai menyelesaikan studi;

- Sertifikat kecakapan berbahasa Inggris atau Jerman;

- Fotokopi ijazah terakhir;

- Fotokopi transkrip akademis;

Umumnya, pendaftaran beasiswa dilakukan langsung ke berbagai institusi tujuan. Sebaiknya pastikan ketentuan pendaftaran ini dengan menyimak informasi lengkap di laman resmi DAAD.

Semoga berhasil!

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 18:01

    Penguatan Transmisi Jadi Sorotan dalam Perbaikan Sistem Kelistrikan Sumatera

    JAKARTA - Blackout di Sumatera harus menjadi pengingat pentingnya penguatan jaringan transmisi untuk menjaga pasokan listrik di wilayah tersebut. Jaringan interkoneksi Sumatera yang membentang lintas

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:57

    Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan KUR Rp65,9 Triliun Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan

    JAKARTA - Penguatan fondasi ekonomi kerakyatan menjadi fokus PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam menyalurkan pembiayaan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Upaya ini d

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:55

    Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni 2026

    JAKARTA - Pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah rakyat tahap II agar seluruh proyek rampung pada 20 Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 di Juli.Hingga 25 Mei 202

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:50

    Kemendag Take Down 2.639 Iklan Elektronik Bermasalah hingga Maret 2026

    JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta penurunan (take down) 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui patroli siber pada 21 platform

  • Kamis, 28 Mei 2026 17:43

    Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul

    JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menyesalkan peristiwa pembubaran ibadah di Gereja Misa Sejahtera, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kemenag juga menegaskan dukungannya terhadap langkah a

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.