Rabu, 22 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Antisipasi Karhutla Lebih Dini, Koramil 11 Tambusai Pastikan Kondisi Embung

Antisipasi Karhutla Lebih Dini, Koramil 11 Tambusai Pastikan Kondisi Embung

Laporan : Fahrin Wawuru
admin
Jumat, 21 Feb 2020 12:24
Fahrin
Foto Babinsa Koramil 11/Tambusai Serda Mujiono dan Koptu Syahrizal Nasution bersama masyarakat saat melaksanakan pengecekan embung yang berada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tambusai.
ROKAN HULU - Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk benar-benar tidak terjadi di tahun 2020 ini khususnya di wilayah Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Koramil 11 Tambusai, Kodim 0313 Kampar terus melakukan langkah positif diwilayahnya.

Seperti hari ini Jumat, (21/2), 
Babinsa Koramil 11/Tambusai Serda Mujiono dan Koptu Syahrizal Nasution bersama dengan masyarakat melaksanakan pengecekan embung yang berada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tambusai.

"Embung adadah tempat cadangan sumber air yang tersedia dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan, sehingga kita lakukan pengecekan," kata Danramil 11 Tambusai Kapten Inf. Fadhil melalui Babinsa Serda Mujiono didampingi  Koptu Syahrizal Nasution.

 
Lanjut Mujiono, mengecek langsung kondisi embung kelapangan, merupakan bentuk keseriusan TNI  sebagai satuan komando kewilayahan dalam rangka mengantisipasi  bencana kebakaran hutan dan lahan agar tidak terulang seperti tahun sebelumnya. 

"Embung yang berada di wilayah Desa Rantau panjang tersebut merupakan  cadangan air bagi masyarakat setempat bila musim kemarau tiba," katanya.

Terpantau, dalam rangkaian pengecekan embung, Babinsa Koramil 11 Tambusai juga lakukan  Komunikasi Sosial (Komsos) untuk mensosialisasikan kepada masyarakat  agar tidak melakukan pembakaran dalam membuka hutan dan lahan.

Karena sudah banyak contoh masyarakat yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar  dan sekarang sedang manjalani proses hukum atas tindakan yang dilakukannya. 

Jikalau bencana Karlahut terjadi, tidak hanya manusia saja yang dirugikan atau terkena dampaknya, akan tetapi makhluk hidup yang lain  juga terganggu akibat asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan tersebut. 

"Sehingga lingkungan ataupun ekosistem yang ada akan menjadi rusak.''ungkap Babinsa. (Fah).



komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki