Peristiwa
Biadab! Anak di Aceh Bunuh Ayahnya Gara-gara Masalah Kebun Sawit
Jumat, 05 Jul 2019 15:42
"Motifnya, pelaku mengaku sakit hati karena sudah tidak diberi atau dipercaya mengelola kebun sawit oleh korban, yang merupakan orang tua kandungnya sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Nagan Raya AKP Bobby Putra Ramadhan Sebayang kepada detikcom, Jumat (5/7/2019).
Pelaku diamankan setelah mengakui perbuatannya pada Kamis (4/7) sore. Pembunuhan itu terjadi pada 23 Juni lalu di perkebunan sawit milik korban di kawasan Nagan Raya.
Menurut Bobby, setelah kejadian, pelaku membuat laporan ke polisi bahwa orang tuanya menjadi korban pembunuhan. Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/11/VI/RES.1.7./Aceh/Res Nara/Sek Damar.
Sejumlah saksi diperiksa, termasuk Botong. Dari pengakuan saksi itulah identitas pelaku pembunuhan mulai diketahui.
Bobby menjelaskan, identitas pelaku terungkap setelah polisi memeriksa seorang saksi yang pertama kali tiba di lokasi korban dibunuh. Saksi yang berusia 22 tahun itu mengaku sempat melihat seorang pria melarikan diri dari tempat kejadian.
Saksi tersebut juga mencari pertolongan dengan mendatangi rumah Botong, namun orang yang dituju tidak berada di tempat. Dia kemudian kembali ke lokasi kejadian, tapi dalam perjalanan bertemu beberapa orang.
Merekalah yang akhirnya menolong korban. Namun, tak lama berselang, saksi kembali mencari Botong.
"Ketika saksi tiba di rumah Botong, dia terkejut karena melihat Botong menggunakan pakaian merah seperti pria yang melarikan diri dari lokasi kejadian," jelas Bobby.
Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya kemudian bergerak ke rumah pelaku untuk mengamankan sejumlah barang bukti. Pelaku kini diamankan di Mapolsek Darul Makmur untuk penyidikan lebih lanjut.
"Jadi pelaku ini diamankan tim gabungan di Polsek Darul Makmur saat dia dilakukan interogasi," ungkap Bobby.
RUU Perampasan Aset Butuh Aparat Bersih, Komisi III DPR Kumpulkan Pakar saat Reses
JAKARTA - Komisi III DPR memastikan proses perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset akan berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Meski rela menggunakan alokasi masa reses untuk m
Temui Bima Arya, Wabup Perjuangkan Status Meranti di RUU Kepulauan
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat memperjuangkan status wilayahnya agar diakomodasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. Langkah konkret ini disampaikan
Terpilih Kembali Pimpin PP KBI, Ngatino Siapkan Liga Kampus hingga Liga Profesional
JAKARTA - Pendiri yang juga Ketua Umum petahana Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) terpilih kembali untuk memimpin organisasi beladiri itu untuk periode ketiga dalam Musyawarah Nasional (Mu
Eks Gubernur BI Terseret Kasus CSR, Jubir KPK: 'Penyidikan Masih Bergulir'
JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan peluang pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana corpo
Belasan Ribu Ijazah SMAN dan SMKN Menumpuk, Disdik Riau Pastikan Pengambilan Gratis
PEKANBARU - Fenomena tumpukan dokumen kelulusan ternyata masih terjadi di berbagai sekolah menengah di Provinsi Riau. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mencatat setidaknya ada 11.856 ijazah milik alu