Minggu, 26 Jul 2026
Diguyur Hujan, Babinsa Koramil 02/ Tanah Putih Pantau Titik Api Karhutla di Rantau Bais
Laporan: Jonathan Surbakti
Kamis, 15 Agu 2019 14:59
TANAH PUTIH- Setelah kawasan di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, diguyur hujan sejak kemarin sore hingga pagi tadi, kondisi cuaca mulai membaik, pasca kebakaran hutan dan lahan. Kamis (15/8/2019).
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah beberapa Wilayah Kecamatan Tanah Putih seperti Kepenghuluan Rantau Bais sejak kalemarin sore hingga pagi tadi membuat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) padam. Kabut asap juga tampak berangsur-angsur menghilang.
"Sejak Kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB turun hujan, akhirnya pagi ini tidak ada lagi titik api sehingga kabut asap sudah tidak ada lagi, "ucap Babinsa Serma Zikrullah.
Meski demikian, Tim Satgas Karhutla masih memantau dan tetap melakukan pendinginan di dalam gambut tersebut wilayah yang berdampak Karhutla. Dia juga memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala di permukaan lahan gambut.
Serma Zikrullah mengatakan, akan terus waspada dan siaga agar tidak terjadi lagi karhutla.
"Kita berharap ke depan tidak ada lagi kebakaran, supaya masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, anak-anak sekolah seperti biasa, pekebun juga seperti biasa, dan kondisi semoga normal kembali, " tutur Serma Zikrullah.
"Tidak ada api lagi, cuma Kita tetap waspada, saat ini tim gabungan masih di lapangan melakukan pendinginan dan penyekatan di beberapa wilayah yang berdampak Karhutla untuk Kepenghuluan Rantau Bais sudah Padam total, "tambah Serma zikrullah.
Untuk kondisi cuaca di Kecamatan Tanah Putih masih mendung dengan intensitas sedang tidak hujan. Udara terlihat bersih dibanding beberapa pekan sebelumnya saat karhutla melanda kawasan itu. Masyarakat juga tampak sudah mulai beraktivitas seperti biasa.
Karhutla di Kepenghuluan Rantau Bais berlangsung lebih kurang satu bulan. Sepekan lalu, kondisi darurat, karena titik api menyebar di beberapa titik.
Saat itu kabut asap menyelimuti seluruh permukiman warga, yang berdampak terhadap kesehatan. Hingga kini, warga kembali beraktifitas seperti biasa. (Rls).
komentar Pembaca