Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Ibu Sukabumi Bunuh Anak Angkat, Komnas PA: Mirip Kasus Engeline Bali

Peristiwa

Ibu Sukabumi Bunuh Anak Angkat, Komnas PA: Mirip Kasus Engeline Bali

detik.com
Selasa, 01 Okt 2019 15:21
detik.com
Sukabumi - Anak perempuan berusia lima tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tewas di tangan keluarga angkatnya sendiri. Kisah sedih mengiringi kematian korban yang diangkat anak oleh keluarga tersangka selama empat tahun itu.

Berbagai penganiayaan dialami korban. Bahkan, peristiwa tersebut diketahui oleh tetangga hingga polisi. Meski berulangkali melaporkan penganiayaan itu, tetangga tidak bisa berbuat banyak, alasannya karena segan dengan sikap temperamental tersangka SR, ibu angkat korban.

"Ini mirip kejadian Engeline di Bali. Karena guru, tetangga sudah tahu (soal penganiayaan), tapi selalu menganggap kalau nanti (korban) ditolong dianggap mengintervensi keluarga itu," kata Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Sukabumi, Selasa (1/10/2019).

Arist berharap kasus-kasus serupa terhadap anak tidak terus berulang di Indonesia. Kasus yang saat ini terjadi di Sukabumi harus menjadi momentum agar kejadian kekerasan terhadap anak tidak kembali terulang.

"Enggak boleh lagi ini, kasus ini harus dijadikan momentum gerakan perlindungan anak yang tidak lagi melihat kejahatan anak itu hanya urusan rumah tangga masing-masing. Bisa terjadi kalau kota dan kabupaten mencanangkan gerakan perlindungan anak sekampung yang terintegrasi dengan gerakan layanan di perangkat desa dan bisa mengeluarkan Perdes untuk melindungi anak," tutur Arist.

Ia menilai selama ini mayoritas pemerintah daerah masih mengabaikan persoalan kekerasan terhadap anak. Padahal ketika ada dukungan penuh maka kejadian serupa tidak akan kembali terjadi. "Padahal anggaran untuk itu ada dan cukup besar," ucap Arist.

Peristiwa kekerasan terhadap anak perempuan bernama Engeline di Bali, menggegerkan publik. Korban yang berusia delapan tahun itu dianiaya dan dibunuh ibu angkatnya, Margriet C Megawe. Pembunuhan biadab itu terjadi di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, pada 16 Mei 2015.

Mayat Engeline dikubur oleh Agus Tay, pembantu Margriet, di pekarangan rumah yang berada di bawah kandang ayam. Belakangan, kasus ini terungkap dan ditangkaplah Margriet dan Agus Tay.
Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • Sabtu, 25 Jul 2026 15:38

    Kolaborasi Kemendagri dan KPK, 10 Klaster Daerah Disasar Program Antikorupsi

    JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat memperkuat sistem pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Sinergi i

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki