Minggu, 10 Mei 2026
Ini Sanksi dari Ormas Islam untuk Suzuya Pasca Penampilan Busana Mini pada Acara Muslim Fest 2023
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 22 Mar 2023 11:29
ROKANHILIR - Sejumlah ormas Islam Kecamatan Bagan Sinembah ramai-ramai mendatangi Suzuya Superstore Bagan Batu akibat menggelar acara fashion show bertema Muslim Fest namun menampilkan busana mini dan terkesan mengumbar aurat.
Kedatangan Ormas Islam ke Suzuya Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir itu sekira pukul 13.00 WIB, Selasa (21/3/2023).
Mewakili Ormas Islam lainnya, Ustadz Sayid Khairuddin pada kesempatan itu mengatakan bahwa aksi yang dilakukan di Suzuya hari ini merupakan salah satu tuntutan umat Islam atas ulah penyelengara Muslim Fest 2023 yang dilaksanakan pada Minggu (19/3/2023) kemarin.
"Pertama permintaan maaf secara terbuka yakni di lokasi ini dimana acara kemarin juga di tempat ini agar masyarakat, pengunjung Suzuya dapat mengetahui," ungkap Sayid.
Selanjutnya menuntut management Suzuya meminta maaf secara tertulis di media cetak harian Posmetro Rohil berturut-turut selama 3 hari dan media online yang ada di Kecamatan Bagan Sinembah ini.
Selain itu juga menuntut management Suzuya Superstore memberikan sanksi administratif terhadap penyelenggara yang diketahui merupakan staf dan karyawan sendiri.
Terakhir meminta pihak Suzuya membuat surat pernyataan tidak akan menyelenggarakan kegiatan seperti ini, baik bertemakan nuansa islami maupun bertema umum yang mengumbar aurat di depan umum yang bertentangan dengan norma agama manapun dan adat istiadat atau budaya suku apa pun.
Sebelumnya, Sayid juga mengatakan bahwa tanpa tema atau embel-embel Muslim, kegiatan mengumbar aurat juga tidak dibenarkan di Kabupaten Rokan Hilir khususnya Kecamatan Bagan Sinembah ini.
"Tanpa background muslim pun, acara yang menampilkan aurat, itu tidak dibenarkan," ucap Syaid.
Sayid juga menambahkan, persoalan event ini sebenarnya dilakukan di semua Suzuya salah satunya di Rantau Prapat. Namun penampilan yang seperti ini hanya dilakukan di Suzuya Bagan Batu saja.
Manager Suzuya Superstore, Eka Setya didampingi Manager Building Suzuya Bagan Batu Rinto Sinurat dan para staf/karyawan yang menyelenggarakan itupun mengucapkan permohonan maaf di depan para tokoh agama dan tokoh adat yang datang pada acara itu dan bersedia menjalankan tuntutan umat Islam.
"Untuk permintaan maaf sejak kemarin sudah kita lakukan di beberapa media online, dan dengan kerendahan hati sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada umat muslim, ulama, ustadz dan masyarakat atas kesalahan kami," ucap Eka Setya.
Beberapa tokoh agama yang hadir diberi kesempatan untuk memberikan pendapat, salah satunya Ketua MUI Bagan Sinembah Drs Ahmad Yani yang mengaku sangat kecewa terhadap management Suzuya atas tindakan yang menista agama tersebut.
Meski memaafkan, Ustad Yani terlihat marah kepada pihak Suzuya lantaran dalam waktu beberapa hari belakangan ini adanya dugaan penistaan agama berbentuk komik atau buku yang disebar orang tidak dikenal.
"Namun hal itu dapat kami redam dengan membuat deklarasi damai disaksikan oleh pihak Polda Riau dan Polsek Bagan Sinembah, tapi malah kalian buat seperti ini," kesal Yani.
"Saya tersinggung betul atas apa yang kalian lakukan, meski begitu atas nama pribadi saya memaafkan dan jangan ulangi lagi hal seperti ini," ucapnya.
Dari sekumpulan umat muslim terdengar teriakan Takbir, ada juga yang meminta agar pihak Suzuya diproses secara hukum. Namun teriakan itu hanya berlalu begitu saja, yang mana pada intinya apa yang dilakukan Suzuya Bagan Batu sudah dimaafkan. (ded)
komentar Pembaca