Kamis, 13 Agu 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kabar Tak Jelas, Kabag Humas Bengkalis Langsung Mengklarifikasi

Kabar Tak Jelas, Kabag Humas Bengkalis Langsung Mengklarifikasi

Laporab : Sabri
Jumat, 18 Sep 2015 10:52
BENGKALIS – Entah siapa yang menyebarluaskannya, namun saat ini santer berkembang informasi bahwa, Kamis (17/9/2015) siang tadi, Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie bersama 5 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis menghadap Pelaksana Tugas Gubernur Riau  (Plt Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman di Pekanbaru.

Kelima anggota DPRD Bengkalis tersebut adalah Hendri, Abi Bahrun, Adihan, Syaiful Ardi, dan Simon Lumban Gaol. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubri tersebut. Diantaranya tentang realisasi pemekaran tiga kecamatan di Kabupaten Bengkalis, yaitu Kecamatan Bandar Laksamana, Bathin Selapan, dan Talang Mandau.

Mengingat informasi itu tidak sesuai fakta dan bisa ditafsirkan lain, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis Johansyah Syafri merasa perlu memberikan klarifikasi. Kata Johan, tidak benar Ahmad Syah bersama kelima anggota DPRD Bengkalis tersebut menghadap Plt Gubri.

"Yang benar itu beliau mendamping Plt Gubri menerima kedatangan kelima anggota DPRD Bengkalis dalam kapasitasnya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau. Bukan ikut menghadap sebagai Pj Bupati Bengkalis," tegas Johan.

Karena itu pula ketika dia dan stafnya meminta arahan dan petunjuk pada Pj Bupati Bengkalis apakah boleh ikut mendokumentasikan pertemuan tersebut, imbuh Johan, Ahmad Syah dengan tegas melarangnya. Sama sekali tidak diperkenankannya mengikuti pertemuan itu.

"Rasanya tidak perlu. Kehadiran saya di sini bukan sebagai Pj Bupati Bengkalis, tapi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau untuk mendampingi Plt Gubri. Biar Humas Pemprov Riau yang mendokumentasikannya. Kabag Humas standby saja. Nanti saya hubungi. Begitu arahannya saat dihubungi melalui telepon selulernya," ungkap Johan.

Karena itu pula, kata Johan lagi, rasanya tidak mungkin Plt Gubri meminta agar Ahmad Syah untuk segera mengajukan Ranperda pemekaran tiga Kecamatan itu ke DPRD Bengkalis dalam waktu dekat. Alasannya itu tadi. Kehadiran Ahmad Syah dalam pertemuan itu bukan menghadap, tetapi mendampingi. Bukan sebagai Pj Bupati Bengkalis, tetapi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau.

Sebab itu pula, sambungnya, sangat kecil kemungkinan jika dalam pertemuan tersebut Ahmad Syah juga langsung memberikan meginstruksikan kepada Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Bengkalis untuk menyiapkan berkas administrasi terkait pengajuan Ranperda pemekaran ketiga kecamatan tersebut sebagaimana informasi yang saat ini berkembang.

Terkait langkah-langkah yang akan diambil berkenaan dengan hasil pertemuan tersebut, ujar Johan, tentu harus menunggu surat resmi dari Plt Gubri ke Pj Bupati Bengkalis. Setelah surat itu diterima, katanya, baru ditentukan langkah selanjutnya. Seperti membahasnya di jajaran eksekutif serta mengkoordinasikan dan mengkonsultasikannya dengan DPRD Bengkalis sebagai institusi.

Di bagian lain, Johan membenarkan jika dalam pertemuan itu Plt Gubri membacakan konsep surat kepada Pj Bupati Bengkalis yang isinya diantaranya meminta agar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk pemekaran kecamatan tersebut segera dipersiapkan.

"Mungkin isi konsep surat yang dibacakan itu yang diterjemahkan dan diinformasikan bahwa Plt Gubri sudah meminta Pj Bupati Bengkalis untuk segera menyiapkan Ranperda dimaksud," Johan memberikan analisis.

Johan menambahkan, karena Ahmad Syah hadir dalam kapasitasnya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau untuk mendampingi Plt Gubri, maka dalam pertemuan itu Ahmad Syah sama sekali tidak menggunakan tanda jabatan sebagai Pj Bupati Bengkalis.

"Dari informasi yang saya peroleh, beliau hanya menggunakan batik sebagaimana juga pegawai Pemrov Riau lainnya yang setiap Kamis memang dijadwalkan menggunakan busana batik Riau," pungkas Johan.(Sbi)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 13 Agu 2026 09:35

    Resmi Ditutup! TMMD ke-129 Kodim 1505/Tidore Hadirkan Perubahan Nyata bagi Masyarakat

    Halmahera Timur - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore resmi ditutup melalui upacara penutupan yang digelar di Desa Lolobata, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Hal

  • Kamis, 13 Agu 2026 09:33

    Dilema Transfer Dana Pusat, Bupati Siak Minta Kemenkeu Beri Kepastian Anggaran

    SIAK-Ketidakpastian jadwal dan besaran dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat kini mulai membayangi jalannya roda pemerintahan serta pelayanan dasar di Kabupaten Siak. Merespons tekanan fiskal terse

  • Kamis, 13 Agu 2026 09:31

    Tinggalkan Pola Lama, Pemprov Riau Wajibkan Seluruh Kebijakan Berbasis Satu Data

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah tegas untuk memperkuat tata kelola informasi dalam pengambilan keputusan. Ke depan, seluruh kebijakan, alokasi anggaran, hingga eksekus

  • Kamis, 13 Agu 2026 09:29

    Cegah Pemborosan Anggaran, Pemprov Riau Terapkan Akses Satu Data Terintegrasi

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah strategis untuk mencegah pemborosan anggaran dan tumpang tindih program melalui penguatan tata kelola informasi. Lewat ajang Forum Satu

  • Kamis, 13 Agu 2026 09:27

    Presiden Prabowo Buktikan Komitmen, Anggaran Pelatnas Asian Games 2023 Meningkat Rp222 Miliar

    JAKARTA -Kabar baik bagi dunia olahraga Indonesia. Presiden Prabowo Subianto buktikan komitmen membangun prestasi olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki