Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Kabar Tak Jelas, Kabag Humas Bengkalis Langsung Mengklarifikasi

Kabar Tak Jelas, Kabag Humas Bengkalis Langsung Mengklarifikasi

Laporab : Sabri
Jumat, 18 Sep 2015 10:52
BENGKALIS – Entah siapa yang menyebarluaskannya, namun saat ini santer berkembang informasi bahwa, Kamis (17/9/2015) siang tadi, Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie bersama 5 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis menghadap Pelaksana Tugas Gubernur Riau  (Plt Gubri) H Arsyadjuliandi Rahman di Pekanbaru.

Kelima anggota DPRD Bengkalis tersebut adalah Hendri, Abi Bahrun, Adihan, Syaiful Ardi, dan Simon Lumban Gaol. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubri tersebut. Diantaranya tentang realisasi pemekaran tiga kecamatan di Kabupaten Bengkalis, yaitu Kecamatan Bandar Laksamana, Bathin Selapan, dan Talang Mandau.

Mengingat informasi itu tidak sesuai fakta dan bisa ditafsirkan lain, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis Johansyah Syafri merasa perlu memberikan klarifikasi. Kata Johan, tidak benar Ahmad Syah bersama kelima anggota DPRD Bengkalis tersebut menghadap Plt Gubri.

"Yang benar itu beliau mendamping Plt Gubri menerima kedatangan kelima anggota DPRD Bengkalis dalam kapasitasnya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau. Bukan ikut menghadap sebagai Pj Bupati Bengkalis," tegas Johan.

Karena itu pula ketika dia dan stafnya meminta arahan dan petunjuk pada Pj Bupati Bengkalis apakah boleh ikut mendokumentasikan pertemuan tersebut, imbuh Johan, Ahmad Syah dengan tegas melarangnya. Sama sekali tidak diperkenankannya mengikuti pertemuan itu.

"Rasanya tidak perlu. Kehadiran saya di sini bukan sebagai Pj Bupati Bengkalis, tapi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau untuk mendampingi Plt Gubri. Biar Humas Pemprov Riau yang mendokumentasikannya. Kabag Humas standby saja. Nanti saya hubungi. Begitu arahannya saat dihubungi melalui telepon selulernya," ungkap Johan.

Karena itu pula, kata Johan lagi, rasanya tidak mungkin Plt Gubri meminta agar Ahmad Syah untuk segera mengajukan Ranperda pemekaran tiga Kecamatan itu ke DPRD Bengkalis dalam waktu dekat. Alasannya itu tadi. Kehadiran Ahmad Syah dalam pertemuan itu bukan menghadap, tetapi mendampingi. Bukan sebagai Pj Bupati Bengkalis, tetapi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau.

Sebab itu pula, sambungnya, sangat kecil kemungkinan jika dalam pertemuan tersebut Ahmad Syah juga langsung memberikan meginstruksikan kepada Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Bengkalis untuk menyiapkan berkas administrasi terkait pengajuan Ranperda pemekaran ketiga kecamatan tersebut sebagaimana informasi yang saat ini berkembang.

Terkait langkah-langkah yang akan diambil berkenaan dengan hasil pertemuan tersebut, ujar Johan, tentu harus menunggu surat resmi dari Plt Gubri ke Pj Bupati Bengkalis. Setelah surat itu diterima, katanya, baru ditentukan langkah selanjutnya. Seperti membahasnya di jajaran eksekutif serta mengkoordinasikan dan mengkonsultasikannya dengan DPRD Bengkalis sebagai institusi.

Di bagian lain, Johan membenarkan jika dalam pertemuan itu Plt Gubri membacakan konsep surat kepada Pj Bupati Bengkalis yang isinya diantaranya meminta agar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk pemekaran kecamatan tersebut segera dipersiapkan.

"Mungkin isi konsep surat yang dibacakan itu yang diterjemahkan dan diinformasikan bahwa Plt Gubri sudah meminta Pj Bupati Bengkalis untuk segera menyiapkan Ranperda dimaksud," Johan memberikan analisis.

Johan menambahkan, karena Ahmad Syah hadir dalam kapasitasnya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau untuk mendampingi Plt Gubri, maka dalam pertemuan itu Ahmad Syah sama sekali tidak menggunakan tanda jabatan sebagai Pj Bupati Bengkalis.

"Dari informasi yang saya peroleh, beliau hanya menggunakan batik sebagaimana juga pegawai Pemrov Riau lainnya yang setiap Kamis memang dijadwalkan menggunakan busana batik Riau," pungkas Johan.(Sbi)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Jul 2026 11:47

    Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air

    Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki