Senin, 08 Jun 2026
Kepanikan Warga Kepulauan Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 08 Jun 2026 13:24
Sejumlah warga di Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, sempat mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah peringatan tsunami diterbitkan pascagempa 7,7 Senin (8/6/2026) pagi. Beruntung perintaan
"Banyak warga dari Kelurahan Tidore, Kelurahan Tapuang dan di pesisir pantai panik akibat gempa. Sekarang mereka mengungsi ke jalan Manganitu yang tinggi dari pesisir laut untuk menghindari potensi tsunami," kata salah satu warga Sangihe, Jufry Dalita. Demikian dikutip dari Antara, Senin (8/6/2026).Jufry meminta warga tetap tenang, tidak panik, serta jika ada yang perlu mengungsi agar tetap memperhatikan anggota keluarga masing-masing.
"Memang gempa itu sangat terasa sekali di wilayah kepulauan kami, membuat warga berhamburan keluar rumah," pria yang bekerja sebagai PNS.
Warga Gorontalo Mengungsi Mandiri
Gempa bumi yang mengguncang Kepulauan Sangihe terasa hingga wilayah Kabupaten Gorontalo Utara. Warga Dusun Pelabuhan Desa Katialada, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, mendadak panik. Apalagi, informasi yang dia dapat peringatan tsunami.
"Kami takut dengan adanya peringatan tsunami, saya sempat menghentikan sementara aktivitas untuk mengucap doa, apalagi sempat merasa pusing dan khawatir," kata Hamid, penjual ikan keliling di dusun tersebut.
Warga lainnya Iskandar mengatakan pihaknya terus memantau kondisi air laut di Pelabuhan Kwandang. Sebagian warga di pesisir tersebut sudah mulai melakukan evakuasi mandiri.
"Informasi yang beredar terkait siaga status tsunami membuat warga tidak menunggu lagi informasi lanjutan dari pemerintah namun telah berangsur-angsur melakukan evakuasi mandiri tanpa kepanikan," katanya.
Siswa Dipulangkan
Kuatnya guncangan gempa membuat akvitas belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gorontalo Utara dihentikan dan murid-murid dipulangkan.
"Bel panjang telah dibunyikan tanda anak-anak dapat pulang ke rumah mengingat banyak orang tua menghubungi kami selaku wali kelas untuk menyampaikan informasi terkini di sekolah. Alhamdulillah lingkungan sekolah kondusif namun anak-anak sudah dipulangkan," kata Ervina.
Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 terjadi pukul 06.37.42 WIB. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam rilis yang dibagikan dalam grup percakapan 'BMKG dan Stakeholders' pada pukul 08.18 WITA di Manado.
Gempa bumi ini dirasakan juga di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI. Kemudian di Kabupaten Gorontalo Utara dengan skala intensitas III-IV MMI.
Selanjutnya, di Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah dengan skala intensitas III MMI.(liputan6).
Sumber: https://berita.liputan6.com/regional/read/7793304/kepanikan-warga-kepulauan-sangihe-mengungsi-ke-dataran-tinggi-usai-gempa-m-77
komentar Pembaca