Peristiwa
Menyesal, Suami yang Jual Istri Ngaku Ingin Tobat
Jumat, 05 Jul 2019 15:21
"Pingin tobat, pingin membuka lembaran baru," kata Hidayat di Polda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (5/7/2019).
Hidayat mengaku salah dengan perbuatannya selama ini. Ia khilaf. Hanya karena ingin cepat membayar utangnya, ia tega menjual istrinya. Uang itu memang untuk membayar utang Rp 8 juta yang digunakan Hidayat membiayai operasi caesar istrinya lima bulan lalu.
"Sakit (hati) pak, untuk bayar utang kok," imbuh Hidayat.
Sedangkan pelaku diancam dengan Pasal 296 KUHP tentang tindak pidana mengadakan atau memudahkan cabul orang lain dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan, dan pasal 506 KUHP tentang tindak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.
RUU Perampasan Aset Butuh Aparat Bersih, Komisi III DPR Kumpulkan Pakar saat Reses
JAKARTA - Komisi III DPR memastikan proses perumusan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset akan berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Meski rela menggunakan alokasi masa reses untuk m
Temui Bima Arya, Wabup Perjuangkan Status Meranti di RUU Kepulauan
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat memperjuangkan status wilayahnya agar diakomodasi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. Langkah konkret ini disampaikan
Terpilih Kembali Pimpin PP KBI, Ngatino Siapkan Liga Kampus hingga Liga Profesional
JAKARTA - Pendiri yang juga Ketua Umum petahana Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI) terpilih kembali untuk memimpin organisasi beladiri itu untuk periode ketiga dalam Musyawarah Nasional (Mu
Eks Gubernur BI Terseret Kasus CSR, Jubir KPK: 'Penyidikan Masih Bergulir'
JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengisyaratkan peluang pemeriksaan terhadap mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana corpo
Belasan Ribu Ijazah SMAN dan SMKN Menumpuk, Disdik Riau Pastikan Pengambilan Gratis
PEKANBARU - Fenomena tumpukan dokumen kelulusan ternyata masih terjadi di berbagai sekolah menengah di Provinsi Riau. Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mencatat setidaknya ada 11.856 ijazah milik alu