Jumat, 05 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • PT MAI Serobot Lahan Warga, Ratusan Masyarakat Ngadu Sama Kadesnya

Peristiwa

PT MAI Serobot Lahan Warga, Ratusan Masyarakat Ngadu Sama Kadesnya

Selasa, 08 Nov 2016 09:19
Fahrin Waruwu
Saat Seratusan masyarakat Kali Kapuk sampaikan pengaduan mereka kepada Kepala Desanya

ROKANHULU - Terkait adanya penyerobotan lahan masyarakat yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) dibatas antara provinsi Riau dan Sumatera Utara‎ di Dusun Kali Kapuk desa Batang Kumu kecamatan Tambusai kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, ratusan Masyarakat mengadu ke Kepala Desa Batang Kumu, Afnan Pulungan, SH Senin (7/11/2016).

Kedatangan ratusan petani ke Kantor Desa Batang Kumu, terkait permasalahan lahan masyarakat Kali Kapuk Desa Batang Kumu dengan PT. MAI di perbatasan Riau-Sumut yang belum diselesaikan oleh pemerintah.

Petani secara tegas mendesak pemerintah pusat, agar segera menyelesaikan tapal batas lahan petani Kali Kapuk dengan PT. MAI, dengan mengabaikan persoalan tapal batas antara Provinsi Riau dengan Provinsi Sumut.

Menurut masyarakat petani, penyelesaian tapal batas Riau-Sumut jadi penghambat dan memperlama selesainya konflik antara petani Desa Batang Kumu dengan PT. MAI. Bahkan, petani kerap diintimidasi perusahaan dengan menyewa oknum "preman" bermata sipit yang kerap menakut-nakuti petani di lahan sengketa.

Menyikapi kedatangan ratusan petani Kali Kapuk, Kades Batang Kumu, Afnan Pulungan menyatakan, sebelum dirinya menjabat Kades, masalah itu sudah terjadi. Bahkan sejak konflik pecah 2012 jelas Afnan.

Dimana saat Bupati Rohul yang dijabat Achmad, juga sudah meminta agar konflik petani Batang Kumu dengan PT. MAI segera diselesaikan, namun empat tahun berjalan, masalah ini belum juga selesai.

Bahkan saat itu, Achmad jelas Afnan, sempat kesal karena tidak juga ada solusi sengketa Batang Kumu dengan PT. MAI. Karena pemerintah kerap mengaitkan penyelesaian batas lahan petani dengan perusahaan masih berhubungan dengan tapal batas Riau-Sumut.

"Kita dari Pemerintah Desa Batang Kumu, meminta agar pemerintah segera menetapkan tapal batas antara lahan petani Batang Kumu dengan PT. MAI. Dimana sebenarnya tapal batasnya," harap Afnan.

Afnan mengakui Kali Kapuk masih masuk wilayah administrasi Desa Batang Kumu. PT. MAI sendiri tidak pernah mengutarakan niatnya untuk ganti rugi lahan petani, namun tetap saja merampas dengan cara kasar.

Ketua  Forum Komunikasi Perjuangan Petani Kali Kapuk, Haris Daulay menyatakan, pada 4 November 2013, telah dilaksanakan Rakor Penyelesaian batas daerah antara Kabupaten Rohul Provinsi Riau dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas) Provinsi Sumut di rumah dinas Bupati Rohul, turut dihadiri Tim Penegasan Batas Daerah (TPBD) Kabupaten Rohul dan TPBD Kabupaten Palas.

Rakor juga dihadiri mantan Bupati Rohul Achmad, Asisten Pemerintahan Setdakab Palas Gunung Tua Hamonangan Daulay, serta pejabat dari instansi terkait, seperti Bappeda Rohul, Bappeda Palas, Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Rohul dan Tapem Palas, Dishubtun Rohul dan Palas, dan lainnya, namun masalah itu tak juga terselesaikan.

Jelas Haris, bahwa sengketa petani Kali Kapuk Desa Batang Kumu semakin memanas sejak 2012. Bahkan, dirinya sekitar 21 kali dipanggil aparat Kepolisian, baik Polres Tapanuli Selatan, Polres Rohul, dan Polda Riau. Dimana sejak konflik pecah, sekitar 600 hektar lahan petani Kali Kapul sudah digarap PT. MAI sejak 2012 hingga hari ini.

Malahan sebelum konflik memanas tahun 2012, ada warga Desa Batang Kumu yang pernah diproses hukum dengan tuduhan merambah kawasan Register 40, namun perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. MAI tak pernah diproses penegak hukum.

Mengatasnamakan warga enam desa di Kabupaten Palas, Sumut, PT. MAI terus merambah lahan petani Kali Kapuk. Guna menakut-nakuti petani, perusahaan bawa serta orang diduga preman sewaan membawa anak panah, dan ada yang membawa senjata laras panjang.

"Bukan panah untuk mencederai, namun untuk membunuh. Bahkan ada selongsong peluru ditemukan warga," sebut Haris, dan mengaku seluruh barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Tambusai. (fah)

Peristiwa
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.