Ratusan Masa Minta Polisi Tangkap Propokator Penghambat Aksi Damai KOMMPAK Rohul
Laporan : Fahrin Waruwu
Senin, 18 Jan 2016 15:43
ROKAN HULU - Ratusan masa meminta kepada Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Pitoyo Agung Yuwono supaya menangkap propokator dan penghambat dalam aksi damai anti korupsi yang digelar Kowalisi Organisasi Masyarakat Mahasiswa Pemuda Anti Korupsi (KOMMPAK) Rohul, Senin (18/1).
Massa yang melaksanakan aksi damai dari Taman Kota Pasir Pangaraian, hanya berorasi beberapa menit terkait penolakan mereka terhadap yang tindakan korupsi. Kemudian sambil orasi masa mengadakan long march ke Mapolres Rohul dengan aman dan tertib
Di sana ratusan personil Polisi dikomandoi Kapolsek Rambah AKP Masjang Efendi langsung menyambut masa dengan baik, terlihat antara para pendemo dengan polisi sangat akrab dengan para penegak hukum dari pihak kepolisian, bahkan tak jarang di antara mereka ada yang terlihat sambil bincang-bincang dan bercanda-canda.
Kemudian masa KOMMPAK yang berorasi dan meminta pihak aparat kepolisian supaya mengusut tuntas kasus-kasus korupsi yang sudah ditangai serta harus komit dan konsisten dalam memerangi korupsi.
Selanjutnya, antara KOMMPAK dengan aparat kepolisian juga sama-sama sepakat kalau yang namanya korupsi di Negeri Seribu Suluk itu harus dibersihkan. Hal ini dibuktikan dengan penandatangan kesepakatan antar Koordinator KOMMPAK yakni Rian Alfian, Miswan dan Syukri, kemudian mewakili Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono, yakni Kasat Reskrim Rohul Muhammad Wirman.
Setelah itu, sesuai rute aksi, masapun bergerak ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pangaraian, namun sesampainya di Gerbang Komplek Pemda Rohul, segerombolan masa dan Satpol PP malah mencoba menghambat para aksi damai.
Terlihat segerombolan masa ini, bersorak-sorak "Kami putra daerah. Tak perlu orang luar mengurusi daerah kami," sorak mereka. Bahkan salah seorang dari gerombolan tersebut sempat mau menendang para anggota aksi damai.
Saat itu juga Koordinator Humas Syukri meminta kepada pihak kepolisian supaya menangkap propokator penghambat aksi damai.
"Sebab aksi yang kami lakukan ini aksi damai untuk menyampaikan aspirasi kepada para penegak hukum supaya komit dalam memberantas korupsi," sorak Syukri saat itu.
Namun setelah di tengahi pihak kepolisian serta salah satu orator KOMMPAK Agusturi Daulay menjelaskan maksud aksi damai yang dilakukan masa dari KOMPAK, akhirnya blokade Satpol PP dan segerombolan ormas yang hadir saat membiarkan masa melanjutkan aksinya ke Kantor Kejari Pasir Pangaraian.
Sampai di Kantor Kajari Pasir Pangaraian, masa secara bergiliran para ketua organisai yang hadir itu melakukan orasi, juga dikawal dengan baik dari pihak kepolisian, TNI dan Satpol PP, para pendemo meminta kepada penegak hukum supaya komit dan konsisten dalam memberantas korupsi di Rohul, saat itu langsung disambut baik pihak Kejari diwakili Kasi Intel Dedi.
Setelah beberapa jam melakukan orasi dari berbagai organisasi baik itu NGO, LSM, mahasiswa, pemuda dan masyarakat, kemudian kembali membuat kesepakatan antara Koordinator KOMMPAK yakni Rian Alfian, Miswan dan Syukri dengan Kasi Intel Kajari Pasir Pangaraian.
Kemudian, para pendemopun melakukan salam-salam keakraban baik dengan aparat hukum dari Kejari Pasir Pangaraian dan pihak kepolisian, terus masa pun kembali ke Taman Kota Pasir Pangaraian untuk beriping akhir, kemudian masa pun membubarkan diri dengan tertib. (fah) PeristiwaSenyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air
Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb
Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan
PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang
Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan
Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia
JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna
Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan
JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil