Kamis, 12 Feb 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Riau Jadi yang Pertama, ANRI Bangun Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara Berbasis Budaya Melayu

Berita

Riau Jadi yang Pertama, ANRI Bangun Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara Berbasis Budaya Melayu

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 12 Feb 2026 10:36
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Riau boleh berbangga. Dari sekian banyak daerah dengan kekayaan budaya di Indonesia, provinsi ini menjadi yang pertama dipilih Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai lokasi pembangunan Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara, dengan adat dan peradaban Melayu sebagai fokus awalnya.

Penetapan tersebut tidak hanya menempatkan Riau sebagai pusat pengembangan arsip budaya Melayu, tetapi juga sebagai episentrum awal penguatan literasi kearsipan berbasis budaya Melayu di tingkat nasional bahkan Internasional.

ANRI melanjutkan pembangunan Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara di Provinsi Riau pada 2026. Setelah memulai pembangunan gedung depo arsip pada 2025, tahun ini ANRI menargetkan penyelesaian satu gedung lagi yang akan difungsikan sebagai diorama sekaligus pusat layanan arsip budaya Melayu.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan Nasional ANRI, Wiwi Diana Sari, saat melakukan sosialisasi pembangunan di Pekanbaru, Rabu (11/2/2026). Menurut Wiwi, pembangunan ini merupakan bagian dari perluasan layanan kearsipan kepada publik sekaligus penguatan literasi arsip di tingkat nasional.

“Pada 2025 kami telah membangun depo arsip. Tahun ini kami melanjutkan dengan pembangunan gedung diorama yang terintegrasi dengan layanan arsip sebagai bagian dari Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara, dengan fokus pertama pada adat dan budaya Melayu,” ujar Wiwi.
Dengan demikian, kawasan pusat khazanah ini terdiri dari dua gedung, yakni gedung depo arsip yang telah dibangun lebih dahulu, serta gedung diorama yang di dalamnya juga terdapat pusat layanan arsip kepada masyarakat.

Gedung diorama akan menjadi ruang edukasi yang menampilkan perjalanan sejarah Melayu melalui pendekatan kearsipan. Wiwi menjelaskan, diorama tersebut akan dibagi ke dalam enam hall tematik.
“Untuk layanan diorama itu nanti akan kami bagi menjadi beberapa hall, kurang lebih ada enam hall, namun untuk pembagian tema hallnya akan menyesuaikan kembali dari saran dan instansi yang terkait” kata Wiwi.

Hall A bertajuk Jejak Awal Melayu. Hall B bertema Melayu Bersemi, Islam Membumi. Hall C mengangkat tema Melayu dalam Pengaruh Asing. Hall D bertajuk Melayu Melawan, Nusantara Berdaulat.

Selanjutnya Hall E bertema Jika Hendak Orang Berbangsa, Lihat Kepada Budi dan Bahasa, dan Hall F bertajuk Takkan Melayu Hilang Ditelan Bumi.

“Kami ingin sejarah Melayu ditampilkan lengkap, mulai dari awal terbentuk hingga menjadi budaya yang bersifat global, nasional, bahkan internasional,” ujar Wiwi.

Menurut dia, diorama ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat, baik di Riau maupun secara nasional dan internasional.

Selain diorama, gedung yang sama juga akan difungsikan sebagai pusat layanan arsip. Di dalamnya tersedia ruang layanan arsip bagi masyarakat, termasuk layanan arsip keluarga, serta ruang untuk penyelenggaraan workshop dan kegiatan interaktif terkait informasi kearsipan, khususnya yang berkaitan dengan budaya Melayu.

Sementara itu, arsip-arsip kebudayaan Melayu akan disimpan di gedung depo arsip yang telah dibangun pada 2025. Arsip tersebut mencakup dokumen dan naskah yang berkaitan dengan khazanah budaya Melayu, yang dikelola dengan standar penyimpanan modern untuk menjaga keawetan dan keasliannya.

Wiwi menargetkan pembangunan gedung diorama dan layanan arsip tersebut dapat diselesaikan pada 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana edukasi, pembelajaran, dan destinasi budaya.

Mengapa Melayu?

Wiwi menjelaskan, pemilihan budaya Melayu sebagai fokus pertama dalam Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara bukan tanpa alasan. Sejak 2020, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kearsipan telah menghibahkan lahan kepada ANRI untuk pembangunan pusat arsip tersebut.

“Dalam konteks Nusantara, adat Melayu memiliki posisi penting. Ketika kami ingin meningkatkan literasi arsip berbasis budaya, Melayu menjadi salah satu prioritas utama yang akan kami eksplorasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala ANRI Mego Pinandito menyatakan bahwa pembangunan pusat khazanah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi dan mengembangkan arsip budaya Melayu sebagai bagian penting dari khazanah kearsipan Nusantara.

Proyek ini juga menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap arsip sebagai memori kolektif bangsa. Keberadaan pusat khazanah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dokumen, melainkan ruang hidup kebudayaan; tempat sejarah diteliti, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Kamis, 12 Feb 2026 11:43

    Satresnarkoba Polres Pelalawan Ciduk Dua Pengedar Sabu di Langgam

    PELALAWANâ€" Peredaran narkotika di wilayah Desa Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, kembali digagalkan aparat kepolisian. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pelalawan berhasil menangkap dua

  • Kamis, 12 Feb 2026 11:32

    Reputasi Negara Dipertaruhkan, Prabowo Ancam Awasi Ketat Mafia Manipulasi Saham

    JAKARTA â€" Kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang penuh anomali akhirnya memicu kemarahan besar Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kini memberikan peringatan keras kepada otoritas bursa setelah r

  • Kamis, 12 Feb 2026 11:28

    Lindungi Kelompok Rentan, Kemenkes Ancam Rumah Sakit yang Hambat Pelayanan Medis

    JAKARTA â€" Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengambil langkah tegas untuk mengakhiri drama penolakan pasien di rumah sakit akibat masalah administrasi. Melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/D/539/20

  • Kamis, 12 Feb 2026 11:23

    Negara Kebobolan Rp14 T Akibat Mafia Ekspor Sawit, Kejagung Bidik Aset 11 Tersangka

    JAKARTA â€" Kejaksaan Agung (Kejagung) membongkar skandal korupsi raksasa di sektor ekspor kelapa sawit yang diperkirakan menelan kerugian negara hingga Rp14 triliun. Ironisnya, kerugian fantastis ini

  • Kamis, 12 Feb 2026 11:18

    Skandal Asusila SMK Negeri 1 Batam, Guru Agama Paksa Siswa Lepas Baju di Galeri Sekolah

    BATAM â€" Dunia pendidikan di Kota Batam tercoreng oleh tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang pendidik. Polresta Barelang resmi menetapkan MJ (32), seorang guru Agama Kristen di sebuah sekolah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.