Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Riau Waspada Ancaman Virus Nipah, Kadiskes Zulkifli: Belum Ada Kasus Terdeteksi

Berita

Riau Waspada Ancaman Virus Nipah, Kadiskes Zulkifli: Belum Ada Kasus Terdeteksi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 09 Feb 2026 08:30
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Dinas Kesehatan Provinsi Riau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus Nipah (NiV). Meski hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus di Bumi Lancang Kuning, otoritas kesehatan telah memperketat pengawasan di seluruh fasilitas medis sebagai langkah antisipasi dini.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyatakan bahwa meskipun saat ini laporan infeksi masih didominasi dari luar negeri, potensi penyebarannya ke Indonesia tetap harus diantisipasi. Pihaknya pun telah melakukan sosialisasi awal bersama jajaran kepolisian untuk memetakan risiko.

’Kemarin kita sudah sosialisasi juga bersama Polda Riau dan masih perlu pendalaman soal virus itu,’’ jelasnya, Minggu (8/2/2026).

Zulkifli menambahkan bahwa Diskes Riau kini tengah menunggu petunjuk teknis (juknis) resmi dari pemerintah pusat terkait manajemen penanganan dan prosedur penapisan kasus. Sambil menunggu regulasi tersebut, pemahaman mengenai tata kelola virus serta cara penularannya terus diperdalam oleh tim medis di daerah.

Untuk meminimalisir risiko, masyarakat diminta untuk disiplin menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini dianggap krusial mengingat kondisi cuaca yang sedang dalam masa transisi.
‘’Kita minta masyarakat tetap waspada. Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga rutin dan juga memperhatikan kesehatan lingkungan,’’ urainya.

Kewaspadaan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/445/2026. Virus Nipah sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai pembawa alaminya. Selain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, virus ini bisa menular melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi air liur atau urine hewan, serta kontak antarmanusia.

Gejala yang ditimbulkan cukup beragam, mulai dari demam, nyeri otot, hingga kondisi fatal seperti peradangan otak (ensefalitis). Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari, yang sering kali ditandai dengan gangguan pernapasan dan penurunan kesadaran pada fase yang berat. (GRC)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.