Satu Keluarga Warga Asal Riau Terisolasi di Wuhan China Akibat Virus Corona
admin
Selasa, 28 Jan 2020 10:07
PEKANBARU - Seorang mahasiswa Indonesia asal Riau bernama Rio Alfi bersama keluarganya terisolasi di Wuhan China akibat virus corona dan ia meminta doa kepada warga Indonesia.
Rio Alfi merupakan mahasiswa Magister asal Pekanbaru Riau, dan saat ini ia merasakan suasana Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok.
Menurut penuturannya kepada Tribunpekanbaru.com, Kota Wuhan tersebut kini layaknya kota mati.
Rio bersama keluarga dan rekannya sesama mahasiswa memilih berdiam di rumah.
Otoritas di Wuhan melarang warga untuk keluar rumah.
Mereka tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar.
Rio bersyukur saat ini keluarga dan rekannya sesama mahasiswa masih sehat.
Dirinya mengaku banyak habiskan waktu dengan baca buku.
Ada juga sesekali berselancar di internet untuk mengetahui informasi terkini.
"Saat ini kondisi kami dari Riau, Alhamdulillah masih sehat," paparnya saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com via WhatsApp Call, Senin (27/1/2020).
Menurutnya, otoritas tidak memperbolehkan warga ke luar rumah.Rio mengaku hanya keluar dalam kondisi yang mendesak.Rio mengaku masa isolasi oleh otoritas sudah memasuki hari kelima.
Kondisi jalanan sunyi terlihat di seluruh kota.
Pasokan makanan harian sudah dipersiapkannnya.Ia memasok bahan makanan untuk tiga hari ke depan."Sudah belanja sebelum ada instruksi dari otoritas setempat untuk isolasi di rumah. Kita sudah dapat info di kampus, bahwa aktivitas kampus pun ditutup sementara," paparnya.
Rio berada di Wuhan bersama keluarga.Ia bersama istri dan anaknya.Rio bersama istrinya merupakan mahasiswa yang dapat kesempatan menempuh kuliah di Wuhan.China University of Geo-science Wuhan.Jumlah mahasiswa asal Kota Pekanbaru yang menempuh studi sana ada lima orang.
Satu di antaranya sudah kembali ke Indonesia.Rio beralasan masih berada di sana untuk menuntaskan studinya.Maklum ia merupakan mahasiswa akhir untuk program master psikologi.
Rio dan rekannya menanti jadwal kepulangan dari KBRI.Ia mengaku sudah sempat kontak dengan KBRI terkait pemulangan mahasiswa di Wuhan.Dirinya juga kordinasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Wuhan terkait rencana kepulangan ke tanah air."Kami menunggu, karena pasti tidak mudah. Pasti mengumpulkan data dulu," paparnya.
Rio mengaku sudah berada di Wuhan untuk menuntaskan studinya sejak tahun 2016 silam.Ia pun belum ada rencana pulang tahun ini karena merupakan mahasiswa tahun akhir."Jadi mau tugas akhir, bulan Juni nanti wisuda," ulasnya.
Rio berharap pemerintah bisa memberi jalan terbaik.Bahkan ia berharap pemerintah bisa memindahkan seluruh warga Indonesia di Wuhan.Apalagi saat ini akses ke transportasi publik dihentikan sementara.Akses masuk dan keluar Wuhan kini juga tertutup.
Otoritas juga belum memastikan kapan berakhirnya masa isolasi ini.Ia belum tahu sebulan atau dua bulan ke depan."Doakan kami, semoga kami semua baik-baik saja di sini," harapnya.Keluarga, kerabat dan teman-temannya sangat khawatir dengan kondisi Rio.
Apalagi setiap hari berita tentang kondisi Wuhan tersiar ke media massa."Kalau KBRI sudah mengusahakan prosespemulangan, kami juga sampaikan kepada keluarga di Pekanbaru. Kami baik-baik saja," ulasnya.
Rio juga sudah memberi kabar terkait kondisinya kepada keluarga di Pekanbaru.
Ia pun menyadari keluarga di Pekanbaru menanti kabar Rio dan keluarga di Wuhan.Rio mengaku sempat kontak dengan keluarga dua hari yang lalu.Ia juga sempat memberi kabar rekan-rekannya di Pekanbaru.