Sabtu, 25 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Viral Video Ambulans Ditembak Gas Air Mata, Ini Penjelasan Polri

Peristiwa

Viral Video Ambulans Ditembak Gas Air Mata, Ini Penjelasan Polri

detik.com
Selasa, 01 Okt 2019 16:43
detik.com
Jakarta - Dalam video tersebut tampak sejumlah anggota polisi mengejar ambulans dan sempat ada yang menembakkan gas air mata.

Dalam video tersebut tampak satu unit mobil ambulans ada di persimpangan lampu merah. Pintu belakang dan samping ambulans tersebut terlihat terbuka.

Di saat bersamaan, ada iring-iringan anggota polisi yang menggunakan sepeda motor dari arah berlawanan. Beberapa anggota polisi mendekat ke arah tersebut. Tampak ada polisi yang mendatangi pintu samping ambulans tersebut. Tak lama kemudian, ambulans itu melaju kencang.
Video berdurasi 23 detik ini diambil dari salah satu gedung tinggi di lokasi tersebut. Polisi terlihat melepaskan tembakan gas air mata ke arah ambulans yang melaju tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo memberi penjelasan terhadap video tersebut. Menurut Dedi ada pihak yang memang ingin membuat provokasi kemudian video yang berkaitan dengan penindakan polisi disebar di media sosial hingga jadi viral.

Padahal kenyataan di lapangan, kadang ada perusuh yang masuk ke dalam ambulans, rumah sakit, hingga tempat ibadah. Kemudian video penindakan polisi tersebut disebar di media sosial dengan narasi provokatif.

"Jadi gini, rakan-rekan sudah paham betullah. Mereka selalu memprovokasi petugas, masuk rumah sakit, masuk ambulans, tempat ibadah, masuk fasilitas publik, nanti ketika polisi masuk ada bagian yang menviralkan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Dedi menyebut ada kelompok-kelompok yang telah membagi tugas seperti ada yang membuat provokasi dan ada yang mengunggah dan menyebarkan di media sosial dengan narasi yang provokatif. Dedi menyebut, narasi provokasi itu dibuat guna membakar emosi masyarakat.

"Udah ada membuat videonya, sudah ada bagian yang menfoto. Itu sudah ada tugasnya masing-masing kelompok itu. Diviralkan, dibuat narasi, upload di media sosial, membakar lagi masyarakat, mengagitasi masyarakat," jelas Dedi.

Namun demikian, Dedi berharap masyarakat tidak terpancing provokasi tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah tahu pola provokasi yang dilakukan guna membakar emosi masyarakat.

"Saya rasa masyarakat sudah makin cerdas pola-pola yang digunakan kelompok tersebut," lanjutnya.
sumber: detik.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:18

    Bela Google Terkait Denda Rp18 Triliun, Trump Ancam Tarif Baru untuk Uni Eropa

    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membela perusahaan teknologi Google yang baru saja dijatuhi sanksi denda senilai 890 juta euro atau 1 miliar dolar AS oleh Uni Eropa. Denda yang setara

  • Sabtu, 25 Jul 2026 15:38

    Kolaborasi Kemendagri dan KPK, 10 Klaster Daerah Disasar Program Antikorupsi

    JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepakat memperkuat sistem pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah (Pemda). Sinergi i

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki