Kamis, 09 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Anggaran Pin Emas DPRD Jabar Rp525 Juta Tuai Pro dan Kontra

Politik

Anggaran Pin Emas DPRD Jabar Rp525 Juta Tuai Pro dan Kontra

Selasa, 27 Agu 2019 09:37

Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 akan mendapatkan pin berbahan emas dengan total anggaran sebesar Rp525 juta. Kebijakan ini pun menuai beragam reaksi. Ada yang meminta tak mempersoalkannya karena bentuk apresiasi, namun ada pula yang tidak menyetujuinya.

Kabag Humas dan Protokol Sekwan Yedi Sunardi menjelaskan, pin emas tersebut diberikan untuk 100 anggota DPRD Jabar periode 2014-2019. Penyerahannya dilakukan bersamaan dengan pelantikan anggota DPRD Jabar 2019-2024.

"Setiap pin emas tersebut bernilai sekira Rp5,2 juta. Semua pengadaannya sudah melalui proses lelang," kata dia saat dihubungi.

Dia kembali menjelaskan, pin emas itu tidak berlaku untuk anggota legislatif periode yang baru. Sebagai gantinya, para anggota dewan periode yang baru mendapat fasilitas atribut jas seharga Rp3,8 juta dan pin berbahan kuningan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jabar Haris Yuliana mengatakan, dirinya tidak tahu ada pengadaan pin berbahan emas. Setahu dia, saat menjabat ia diberi pin berbahan kuningan dan jas sebagai atribut keanggotaan.

"Dalam pembahasan mungkin saat saya enggak ada, baru pas ramai di media," ujar dia.

Meski begitu, politisi PKS ini memilih untuk menolak adanya pin emas. Alasannya, tugas dan pengabdian anggota DPRD tidak bisa diukur dengan sebuah pin meski berbahan emas. "Kalau saya sih prinsipnya menolak, lebih baik dikembalikan," kata Haris.

Pendapat berbeda disampaikan Wakil Ketua DPRD Jabar lainnya, Irfan Suryanegara. Ia tidak mempermasalahkan pemberian pin emas asal semua sesuai aturan dan tidak membebani aturan.

Di sisi lain, politisi Demokrat itu menilai pin berbahan emas tersebut bentuk apresiasi pemerintah. "Mungkin suatu penghargaan dari daerah kepada teman-teman dewan yang sudah mengabdi 5 tahun," katanya.

"Secara pribadi mengatakan kalau tidak memberatkan terima kasih, kalau memberatkan enggak usah dibagi," jelas Irfan.

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari menyatakan, pengadaan pin emas tidak menyalahi aturan. Semua sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No 14 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Jabar. Setiap anggota dewan diberikan pin emas lima gram.

"Itu sesuai aturan dan itu harus memang diberikan kepada anggota. Jadi itu diberikan dalam satu kali jabatan diaturannya," kata Ineu di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (23/8).

Dengan demikian, 100 anggota DPRD Jabar yang sudah menuntaskan jabatannya selama lima tahun berhak mendapatkan pin emas. Penyerahannya dilakukan bersamaan pelantikan anggota dewan baru.

"Saya dengar tidak besar dan itu berbeda dengan provinsi lain ada yang dua (pin)," kata perempuan politisi PDIP itu.

Meski demikian, selama menjabat sebagai pimpinan dewan, ia selalu pin berbahan kuningan. Pengadaan pin emas ini nomenklatur ini ada di belanja sekwan. Untuk itu, ia tidak mempersoalkan penyerahannya dilakukan setelah masa jabatan berakhir.

"Karena kebetulan anggarannya baru di tahun 2019 dianggarkan DPRD-nya seperti itu," ujar Ineu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berpendapat selama tidak menyalahi aturan, maka kebijakan itu tidak bermasalah. Lagipula, urusan ini disebut sebagai anggaran internal dewan yang sudah disepakati.

"Kesepakatannya bersama jadi teknisnya jangan nanya ke saya menurut saya nggak ada masalah apresiasi dalam 5 tahun kinerja. Saya kira atlet saja ada kadedeuh yang penting wajar saja. Itu mah budaya Timur selama tidak melanggar aturan dan berlebihan," pungkasnya.

sumber: merdeka.com

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor