politik
Demokrat Sebut Sindiran Sekjen PDIP Salah Alamat
Kamis, 07 Apr 2016 11:07
JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai sindiran yang dilontarkan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto kepada Partai Demokrat dan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah alamat.
Hasto diketahui menyindir Partai Demokrat dengan menyebut PDIP sebagai partai yang mengedepankan panggung politik terbuka dan bukan sekadar pencitraan. Termasuk menekankan bahwa PDIP bukan partai anti-kritik, dan dirinya heran ada elite yang seakan anti-kritik, di mana pernyataan tersebut menimbulkan kesan diarahkan kepada SBY.
"Kritik dan sindiran Sekjen PDIP Hasto terhadap Partai Demokrat dan Pak SBY, salah alamat. Seolah Partai Demokrat dan SBY anti-kritik. Salah besar itu. Selama 10 tahun era Presiden SBY, bukan hanya kritik. Fitnah, umpatan dan hinaan pun datang bertubi-tubi. Bukan kritik membangun, tapi hujatan dari semua penjuru. Tapi tak ada yang dipidanakan oleh SBY," kata Ramadhan Pohan kepada Okezone, Kamis (7/4/2016).
Pohan menambahkan, mulai dari politisi, partai politik, media, hingga sosial media selalu menyerang SBY. Namun, Presiden yang menjabat dua periode itu selalu menerima dengan lapang dada dan bersabar. Makanya, tak heran kalau angka pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air menurun.
"Pemimpin kan harus terus sabar sembari fokus membangun dan menyejahterakan rakyat. Makanya hasilnya bagus, pengangguran, kemiskinan, keterbelakangan, menurun," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi, sambung Pohan, stabil bahkan mencatatkan era SBY momen terbaik pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kritik yang datang bertubi-tubi saat itu direspons SBY dengan kerja keras, kerja cerdas. Bahkan, tak ada yang dipenjara atau direspons berlebihan. Tak ada wartawan dan koran yang terancam dipidana dan seterusnya gara-gara mengkritik SBY.
"Selain salah alamat, kritik Sekjen PDIP itu juga lebay too much. Ketika dalam SBYTourDeJava lalu, suara rakyat kami akomodir. Juga kami sampaikan usulan terbuka ke Pemerintah Jokowi. Tak ada yang tertutup atau disimpan-simpan," ujar Wasekjen Partai Demokrat itu.
"Rekomendasi SBY-Partai Demokrat itu persembahan buat sukses Pak Jokowi memajukan negeri. Tak ada istilah main belakang di Partai Demokrat. Ketika kami sampaikan masukan rakyat ke Pak Jokowi, itu buah-tangan manis dan lezat dari SBY-Partai Demokrat. Tak ada embel-embel kami incar misalnya posisi menteri, di tengah gencarnya aroma reshuffle jilid II Jokowi. Enggak lah. Biar jatah menteri itu urusan Presiden dan buat mereka yang berkeringat saja. Partai Demokrast kan non blok, independen," imbuhnya.
Pohan pun kembali mengingatkan Hasto dan PDIP untuk tidak lagi menyindir Partai Demokrat dan SBY. Bila ingin mengkritik dipersilakan, namun jangan lupa soal urusan rakyat. "Mas Hasto dan teman-teman PDIP tak perlu sindir-sindir lagi. Silakan kritik PD dan SBY. Enggak masalah itu. Yang penting jangan lupa untuk urusan rakyat dan mengejar tujuan Nasional bangsa," pungkasnya. (okezone.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon