Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Di Tengah Pro Kontra, Simposium Tragedi 1965 Tetap Digelar

politik

Di Tengah Pro Kontra, Simposium Tragedi 1965 Tetap Digelar

Sabtu, 16 Apr 2016 11:00
okezone.com
Museum Lubang Buaya

JAKARTA - Aparat kepolisian membubarkan acara kumpul-kumpul para korban tragedi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada 1965. Alasannya acara tersebut terancam digeruduk oleh Pemuda Pancasila (PP) dan Front Pembelas Islam (FPI).

Ketua Simposium Nasional Tragedi 1965, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, tindakan tersebut sudah menjadi kewenangan aparat keamanan untuk menyelidiki dugaan acara tersebut akan digeruduk oleh organisasi masyarakat (ormas).

"Itu berada di wilayah keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan politik," ujar Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu sudah memprediksi jika acara tersebut akan banyak pro dan kontranya. Pasalnya, masalah pelanggaran HAM merupakan isu yang sangat sensitif.

"Kami menyadari bahwa itu adalah sebuah topik isu yang sensitif," katanya.

Walaupun nantinya akan ada penolakan, sambung Agus, pihaknya akan tetap menyelenggarakan Simposium Nasional lantaran sudah mendapatkan restu dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan. Terlebih masalah keamanan juga akan ditanggung oleh mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

‎"Jadi pastinya akan sebagian jadi tanggung jawab Menko Polhukam," pungkasnya.

Diketahui, acara tersebut direncanakan akan dihelat 18-19 April 2016 di Jakarta dan akan membedah masalah tragedi 65 dengan menghadirkan para korban belum pernah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah. Acara tersebut diselenggarakan untuk mencari solusi atas kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. (okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.