Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Hanura Minta KPK Jelaskan Penangkapan Bupati Talaud

Politik

Hanura Minta KPK Jelaskan Penangkapan Bupati Talaud

Selasa, 30 Apr 2019 14:06
Foto: Bupati Talaud Sri Wahyumi. (Dok Instagram).
JAKARTA - Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Hanura meminta KPK segera menjelaskan kasus yang menimpa kadernya itu.

"Tadi saya minta KPK segera menjelaskan ke publik apa yang menjadi dasar penangkapan," ujar Ketua DPP Hanura, Benny Ramdhani, ketika dimintai konfirmasi, Selasa (30/4/2019).

Menurut informasi yang diterima Benny, Sri Wahyumi ditangkap saat sedang berdinas. Belum jelas kasus apa yang menjerat Sri Wahyumi

"Itu penangkapan, bukan OTT. Lagi acara di suatu daerah tiba-tiba dia ditangkap petugas KPK dan dibantu Brimob Sulut," kata Benny.

"Memang dulu isu yang beredar penggelapan APBD. Harus dijelaskan secepatnya oleh KPK apa yang jadi alasan penangkapan terhadap bupati Talaud," sambungnya.

Hanura belum menentukan apakah akan memberikan bantuan hukum atau tidak untuk Sri Wahyumi. Namun menurut Benny, partainya menghormati proses hukum yang dijalani KPK.

"Karena ini bukan OTT. Kalau hanya penangkapan jangan-jangan dia hanya diperiksa lalu dikeluarkan," tuturnya.

Lantas apa yang akan dilakukan Hanura bila Sri Wahyumi terbukti melakukan korupsi?

"Kalau benar, kita tak akan mentolerir segala bentuk kejahatan korupsi, baik kader maupun pengurus partai," jawab Benny.

Sebelumnya diberitakan, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi, hari ini. Sri diduga menerima hadiah barang-barang mewah.

"Diduga hadiah yang diberikan berupa tas, jam dan perhiasan berlian dengan nilai sekitar ratusan juta rupiah," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Selasa (30/4).

Barang-barang mewah itu diduga diterima Sri terkait pengadaan proyek di daerahnya. KPK menyebut selain Sri, ada seorang lagi yang ditangkap tetapi belum disebutkan identitasnya.

Selain itu, KPK turut menangkap 4 orang dari unsur swasta pada Senin, 29 April tengah malam. Mereka ditangkap di Jakarta dan saat ini sudah berada di kantor KPK.



Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Senin, 06 Jul 2026 16:29

    â Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF

    PAGARDEWAâ€" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energ

  • Senin, 06 Jul 2026 16:28

    Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?

    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebu

  • Senin, 06 Jul 2026 16:04

    Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif

    PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.Satw

  • Senin, 06 Jul 2026 16:00

    DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan Tempat Hiburan Malam

    PEKANBARU �" Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru masih belum berjalan maksimal. Indikasinya, masih ditemukan tempat hiburan yang diduga be

  • Senin, 06 Jul 2026 15:45

    Perda Tanah Ulayat Riau Disiapkan, DPRD Bidik Penyelesaian Konflik Agraria dan Berantas Mafia Tanah

    PEKANBARU â€" DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanah Ulayat mulai membahas regulasi yang diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan agrari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor