Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Jaksa Terlibat Suap, Masinton: Semakin Buruk Kinerja Kejaksaan

politik

Jaksa Terlibat Suap, Masinton: Semakin Buruk Kinerja Kejaksaan

Rabu, 13 Apr 2016 09:47
okezone.com
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar kasus praktik suap atau korupsi di tubuh Kejaksaan yang kali ini melibatkan seorang oknum jaksa yakni Fahri Nurmallo (FN), serta beberapa rekannya dalam kasus penyalahgunaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Subang.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu, beberapa kasus korupsi yang akhir-akhir ini melibatkan oknum jaksa semakin memperburuk kinerja Kejaksaan di Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akan menjadi penilaian tersendiri menjelang reshuffle.

"Dugaan keterlibatan oknum kejaksaan tinggi DKI Jakarta dan Jawa Barat dalam dua peristiwa OTT kasus korupsi oleh KPK semakin memperburuk kinerja Kejaksaan," ujar Masinton, dalam pesan singkatnya kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Sebelumnya, kata Masinton, menurut laporan kinerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), lembaga Kejaksaan juga telah mendapatkan raport merah karena, dinilai tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan.

"Padahal, dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang dikeluarkan Kemenpan RB tahun 2014 dan 2015 terhadap Kejaksaan Agung, nilainya selalu C (buruk)," tandasnya.

Perlu diketahui, KPK akhirnya melakukan penahanan terhadap Fahri Nurmallo (FN) pada Selasa, 12 April 2016, Fahri sendiri adalah ketua tim jaksa yang menangani kasus korupsi penyalahgunaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Subang yang telah dipindahtugaskan ke Semarang, Jawa Tengah.

Sementara itu, tiga tersangka lain yaitu Bupati Subang Ojang Sohandi, jaksa di Kejati Jabar, Devyanti Rochaeni dan Lenih Marliani, juga telah ditahan. Ojang ditahan di Rutan Polres Jaktim, Devyanti ditahan di Rutan KPK, dan Lenih ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jaktim. Satu tersangka lainnya yaitu Jajang Abdul Kholik merupakan terdakwa dan ditahan oleh pihak Kejati Jawa Barat. (okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.