Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Jelang munas, kader Golkar harus pintar baca sinyal Istana?

Politik

Jelang munas, kader Golkar harus pintar baca sinyal Istana?

Senin, 29 Feb 2016 17:09
merdeka.com
persiapan munas golkar.
JAKARTA-Partai Golkar bakal menggelar Munas pada April mendatang sebagai forum untuk memilih ketua umum periode 2016-2021. Ketua Umum Partai Golkar mendatang tentunya harus bisa menjaga kepercayaan publik.

Pengamat Politik Center for Strategic and International Studies (CSIS), J Kristiadi berpendapat, kader-kader Partai Golkar harus pintar membaca sinyal Istana atau Presiden Jokowi terkait nasib Golkar. Ketua Umum Partai Golkar ke depannya, harusnya sosok yang dapat memimpin partai dan menjaga kepercayaan publik.

"Presiden Jokowi pasti menginginkan yang seperti itu (dapat dipercaya). Dia tak nyaman dengan orang yang tak memenuhi kriteria tersebut," kata Kristiadi saat dihubungi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/2).

Menurut dia, sangat penting dilakukan proses transparansi menjelang hingga pelaksanaan Munas. Golkar harus mengungkapkan ke publik siapa saja yang memiliki hak pilih. "Harus transparan terbuka," ucapnya.

DPD-DPD harusnya pintar membaca sinyal ke mana Istana akan cenderung menentukan pilihannya kepada calon ketua umum Partai Golkar. Sebab, stabilitas Partai Golkar sangat dibutuhkan supaya pemerintah fokus menjalankan program-programnya.

Ada sejumlah nama yang bakal maju sebagai ketua umum Partai Golkar dalam Munas mendatang. Seperti Setya Novanto, Ade Komarudin, Idrus Marham, Mahyudin, Airlangga Hartarto dan lainnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui sempat marah besar ketika kasus pencatutan nama atau Papa Minta Saham yang menyeret Setya Novanto. Jokowi menyebut tak masalah disebut sebagai presiden gila, presiden saraf, hingga presiden keras kepala.

"Saya enggak apa-apa dikatain presiden gila, presiden sarap, presiden koppig. Enggak apa-apa," kata Presiden Jokowi.

"Tapi, tapi tidak boleh yang namanya lembaga negara itu dipermainkan. Lembaga negara itu bisa kepresidenan, bisa lembaga negara lain," katanya.
(merdeka.com)
Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.