Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Pengamat Nilai Korupsi di Tubuh Kejaksaan Bersifat Sistemik

politik

Pengamat Nilai Korupsi di Tubuh Kejaksaan Bersifat Sistemik

Rabu, 13 Apr 2016 09:50
okezone.com
Kejagung

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar kasus praktik suap di tubuh kejaksaan, yang kali ini melibatkan seorang oknum jaksa yakni Fahri Nurmallo (FN) serta beberapa rekannya dalam kasus penyalahgunaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Subang.

Pengamat politik asal Unversitas Indonesia, Boni Hargens menilai, korupsi yang ada di tubuh kejaksaan adalah hal yang biasa dan sudah terjadi secara sistemik dalam dua tahun belakangan.

"Itu sebetulnya korupsi di tubuh kejaksaan itu hal yang biasa, sebuah korupsi yang sistemik, tidak hanya di Kejaksaan tapi di peradilan, tapi kan selama ini kami dicekoki korupsi itu banyak di kepolisian, justru di kepolisian ini konsekuensi di Kejaksaan," ujar Boni saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Boni bercerita tentang pengalamannya meneliti sebuah kasus yang melanda beberapa perusahaan asing maupun lokal yang masuk di peradilan, dalam hal itu Boni melihat banyak kasus yang syarat akan praktik suap menyuap ditubuh peradilan dan Kejaksaan untuk memenangkan sebuah kasus.

"Yang lebih parah di Kejaksaan dalam proses persidangan, polisi itu kan mata rantainya mengusut kasus lalu melimpahkan ke peradilan, nah kalo dia mau bermain dia cuma sepersekian dari rangkaian kasus, justru kasusnya yang utama di peradilan. Jadi bukan hal yang aneh kalau semua jaksa yang ditangkap pun banyak saat ini," jelas Boni.

Menurut Boni, lembaga penegakan hukum saat ini sedang mengalami krisis transparansi dan juga pengawasan, sehingga banyaknya oknum jaksa yang terlibat suap juga karena minimnya sanksi yang diberikan.

"Ini persoalan budaya, artinya karakter sistem sudah menjadi subkultur didalam fungsi. kejaksaan tengah krisis transparansi, krisis pengawasan, dan lemahnya sanksi," tandasnya. (okezone.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 26 Nov 2025 09:37

    Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok

    Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh

  • Selasa, 04 Nov 2025 05:26

    AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader

    Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol

  • Senin, 27 Okt 2025 10:17

    H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau

    Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).

  • Kamis, 04 Sep 2025 13:45

    Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem

    Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon

  • Kamis, 04 Sep 2025 11:40

    Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.