politik
Presiden Akui Tak Mudah Bebaskan Sandera Abu Sayyaf
Selasa, 26 Apr 2016 12:51
JAKARTA – Setidaknya 10 warga negara Indonesia (WNI) masih disandera kelompok separatis Abu Sayyaf. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku untuk pembebasan sandera itu tak mudah, bahkan beberapa negara lain juga mengalami kesulitan yang sama.
"Kita harus ngerti yang lain juga enam bulan belum beres, delapan bulan juga belum beres. Malah kemarin ada yang sudah dieksekusi. Tidak segampang itu dengan memudahkan persoalan yang tidak mudah," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4/2016).
Presiden mengaku, selain berkomunikasi dengan Pemerintah Filipina, Indonesia juga terus merayu kelompok Abu Sayyaf agar bersedia membebaskan 10 WNI tersebut.
"Komunikasi terus kita lakukan baik dengan Pemerintah Filipina maupun juga dengan yang menyandera, dan kita harapkan ini bisa seperti yang saya sampaikan bisa segera diselesaikan," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku ke-10 WNI yang disandera tersebut dalam keadaan sehat.
"Sampai saat ini sandera masih baik," pungkasnya. (okezone.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon