politik
Sebut Audit BPK Ngaco, Ahok Akan Beberkan ke Penyidik KPK
Selasa, 12 Apr 2016 10:23
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan Ahok ini untuk dimintai keterangannya terkait penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
Pemanggilan ini merupakan pemanggilan perdana bagi Ahok dalam penyelidikan dugaan korupsi pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Ia datang sekira pukul 09.05 WIB dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang.
Ahok mengaku siap diperiksa penyidik KPK untuk memberikan semua keterangan terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. Termasuk siap untuk membeberkan soal adanya selisih audit kerugian negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Saat ditanya awak media soal audit investigasi yang telah dilakukan BPK itu, Ahok menyebut audit BPK itu 'ngaco' sehingga ia akan membeberkan semuanya kepada penyelidik KPK.
"Makanya itu kan audit BPK dan KPK sudah pernah audit investigasi ya kan? Sekarang saya pengen tahu KPK mau nanya apa, orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok," tukas Ahok saat tiba di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Seperti diketahui, dugaan penyelewengan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras saat ini tengah diusut oleh lembaga antirasuah. Agus Rahardjo Cs menduga ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pembelian lahan tersebut.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun telah menyampaikan hasil audit investigasi khusus pengadaan lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras ke KPK. Dari audit tersebut, ada enam penyimpangan yang ditemukan BPK, mulai dari pembentukan harga hingga penyerahan hasil.
BPK sebelumnya menilai pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,7 hektare untuk membangun pusat pengobatan kanker dan jantung itu merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit.
BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah. Mereka pun memanggil sejumlah pihak, mulai dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, hingga mantan Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan untuk dimintai keterangan (okezone.com)
Dewan Kehormatan PWI Riau Minta Wartawan Tidak Terseret Kepentingan Kelompok
Pekanbaru-Ketua Dewan Kehormatan (DKP) PWI Riau, H Zufra Irwan SE, MM mewanti-wanti wartawan untuk tidak terjebak dengan kepentingan politik tertentu atau kelompok tertu menyikapi sikap tegas yang akh
AMSI Riau Soroti Penunjukan PLT Ketua DPD Golkar Riau: Intervensi DPP Dinilai Rusak Proses Konsolidasi Kader
Pekanbaru-Angkatan Muda Satkar Ulama Indonesia (AMSI) Riau menyoroti langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang menunjuk Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD Partai Gol
H.Darnil Pimpin DPD Hanura Riau
Pekanbaru-Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Riau dan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV se-Riau, di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu (25/10/2025).
Sahroni Mundur dari DPR RI? Begini Kata NasDem
Ahmad Sahroni dikabarkan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPR RI. Pengunduran diri itu disebut-sebut sebagai buntut dari kekisruhan dalam beberapa hari terakhir. Sahroni sendiri sudah dinon
Uya Kuya dan Eko 'Patrio' Terima Keputusan Tak Dapat Gaji
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Putri Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi terkini Eko Hendro Purnomo alias Eko “Patrio” dan Surya Utama atau Uya Kuya setelah keduanya dinon