Selasa, 07 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • TKN: Mungkin Mardani Menyesal Serang Jokowi, Mau Dapat Kompensasi Politik

Politik

TKN: Mungkin Mardani Menyesal Serang Jokowi, Mau Dapat Kompensasi Politik

Senin, 06 Mei 2019 10:02
Detik.com
Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Raja Juli Antoni.
JAKARTA - Gerakan dan tagar 2019GantiPresiden diharamkan Mardani Ali Sera selaku deklarator. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai Mardani menyesal sudah menyerang capres nomor urut 01 tersebut.

"Mungkin karena PKS ingin mendekat. Bagian dari penyesalan Mardani dan ingin mendapatkan kompensasi politik," ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Raja Juli Antoni kepada wartawan, Minggu (5/5/2019) malam.

"Penyesalan menyerang Pak Jokowi, membuat hashtag yang memecah-belah," imbuh Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Toni menambahkan, diharamkannya 2019GantiPresiden merupakan 'realisme politik Mardani'. Sebab, kata Toni, capres yang didukung Mardani yakni Prabowo Subianto untuk sementara ini kalah berdasarkan Situng KPU.

"Itu realisme politik Mardani saya kira. Dia tahu bahwa yang dia dukung kalah, nggak mau meneruskan kekalahan," ujar Toni.

Sebelumnya, Mardani memberikan pernyataan itu sambil menanggapi soal rekonsiliasi. Ia kemudian meminta antarkubu tak perlu saling sahut karena pemilu sudah selesai. Bahkan ia pun berhenti menyerukan tagar 2019GantiPresiden, istilahnya 'mengharamkan'.

"Contoh nih saya dikenal penggagas hashtag 2019GantiPresiden. Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Sekarang apalagi, sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal," ujar Mardani di kompleks DPR, Jakarta, Jumat (3/5).

Untuk diketahui, 2019GantiPresiden berawal dari sebuah tagar yang digagas Mardani pada Maret 2018. Kemudian, relawan 2019GantiPresiden dideklarasikan pada 6 Mei 2018. 2019GantiPresiden juga sudah muncul dalam berbagai bentuk seperti atribut, takjil berbuka puasa, hingga lagu.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Senin, 06 Jul 2026 16:29

    â Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF

    PAGARDEWAâ€" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energ

  • Senin, 06 Jul 2026 16:28

    Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?

    Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebu

  • Senin, 06 Jul 2026 16:04

    Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif

    PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.Satw

  • Senin, 06 Jul 2026 16:00

    DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan Tempat Hiburan Malam

    PEKANBARU �" Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru masih belum berjalan maksimal. Indikasinya, masih ditemukan tempat hiburan yang diduga be

  • Senin, 06 Jul 2026 15:45

    Perda Tanah Ulayat Riau Disiapkan, DPRD Bidik Penyelesaian Konflik Agraria dan Berantas Mafia Tanah

    PEKANBARU â€" DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanah Ulayat mulai membahas regulasi yang diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan agrari

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor