Tolak Rohul Expo dengan Biaya 15 M, DPRD Rohul Sebut tak Bermanfaat Bagi Masyarakat
Laporan : Fahrin Waruwu
Senin, 21 Sep 2015 21:56
Parahnya, kegiatan yang menelan biaya besar itu juga dilaksanakan pada saat ekonomi masyarakatnya sedang morat – marit, bahkan warga juga mengecam kegiatan yang terkesan mewah itu, sementara rakyatnya sedang menderita.
" Ini namanya, pemerintah menari – nari diatas penderitaan rakyatnya sendiri," ujar salah seorang warga Rohul kepada spiritriau.com, Senin 21/9/2015.
Anggota DPRD Rohul dari Partai Golkar, Nono Patria kepada wartawan Senin 21/9/2015 dikantornya mengatakan, di tengah-tengah terpuruknya ekonomi masyarakat saat ini tidak seharusnya di laksanakan Rohul expo yang menelan biaya kurang lebih Rp 15 M tersebut.
"Intinya kita menolak pelaksanaan Rohul Expo, Itukan tidak bermanfaat terhadap rakyat, kan masih ada kegiatan-kegiatan lain yang bisa dilaksanakan yang menyentuh kepada masyarakat Rokan Hulu,"ketusnya.
Hal yang sama di sampaikan anggota DPRD Rohul dari Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi Dua, Novliwanda Ade Putra, ST, ia menilai, pelaksanaan Rohul Expo dengan dana sebesar itu tidak pantas, ia lebih setuju bila dana itudiperuntukkan guna membenahi insfraktruktur yang bisa tersentuh dan dinikmati oleh masyarakat yang belum terselesaikan akibat devisitnya anggaran.
"Mari kita pikirkan yang seharusnya bermanfaat untuk masyarakat di anggaran yang senilai kurang lebih 15 Milyar itu, kini ekonomi masyarakat terpuruk, sementara hanya untuk pelaksanaan Rohul Expo memakan biaya cukup besar, ini yang harus di evaluasi,"sebutnya.
Menyikapi itu, Novliwanda mengatakan bahwa dalam minggu ini satker - satker yang berkaitan dengan pelaksanaan Rohul Expo itu akan dipanggil ke DPRD untuk dibahas.
"Dalam minggu ini kita pasti undang satkernya ke DPRD Rohul, dalam membahas Rohul Exponya,"jelasnya.
Di jam yang berbeda Anggota DPRD Rohul dari Partai Hanura, Arisman S.Sos, dengan tegas menyatakan penolakannya pada paksanaan Rohul Expo itu, dijelaskannya, saat ini APBD Rohul sudah devisit anggaran hingga mencapai kurang lebih Rp 300. M.
"Anggaran yang kurang lebih Rp 15 M itukan bisa digunakan untuk biaya perbaikan jalan yang rusak, untuk pembenahan bidang pendidikan, kesehatan dan yang lainnya, yang saat ini di butuhkan dan bermanfaat terhadap rakyat, sementara kalau Rohul expo hanya pihak pemda yang merasakan, masyarakat hanyalah penonton," imbuhnya.
Ditempat berbeda sebelumnya, masyarakat Rohul merasa kecewa mengetahui bahwa hanya untuk pengadaan tenda saja memakan biaya hingga mencapai empat Miliyar rupiah, yang mana kini kondisi ekonomi masyarakat tengah morat-marit.
"Kini ekonomi payah pak, Kelapa Sawit Rp 600 per Kg, karet Rp 7 ribu per Kg, sementara, Pemkab Rohul menyewa tenda itu sampai miliyaran rupiah, padahal kini ekonomi rakyat lagi sulit pak," ungkap Laman (30), warga Pasir Pangaraian.
Masih di tempat yang sama, aktivis LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Rohul Erwin Ginting menilai, pengadaan tenda tersebut temasuk pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi sangat sulit, sebaiknya itu tidak usah dilaksanakan." Lebih baik berfikir supaya ekonomi masyarakat ini sejahtera," nilainya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan dengan Kepala Badan Pelayan Terpadu Perizinan Penanam Modal (BPTP2M) Rokan Hulu (Rohul), Ridarmanto, mengaku kalau anggaran pengadaan tenda untuk Rohul Exspo Tahun 2015 sudah menjadi kebijakan dari pemerintah dan pimpinan daerah.
"Kalau saya, tidak ada itu dilaksanakan, tidak masalah. Tapi anggaran itu sudah terprogram, namun karena terjadi optimalisasi anggaran itu pun sebenarnya sudah dipotong, kini proses lelang tersebut sudah melalui prosedur, sudah kita tayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Rohul," jelasnya.
Saat disinggung tentang besarnya anggaran untuk pengadaan tenda sebesar empat miliar, Ridarmanto menjawab, lelang yang dilakukan itu, pengadaan tenda dan perlengkapannya. "Itu ada empat Roder, sebanyak 12 but, satu but sekitar Rp 18 juta, termasuk tenda untuk stand batu akik itu khusus, kalau proses pengadaan itu tidak masalah lagi, karena perencanaan sudah dari awal, makanya kita laksanakan," bebernya.
Tambahnya, stand pameran tersebut juga diperuntukkan untuk masyarakat Rohul dan itu sama sekali tidak ada dipungut biaya. "Tapi dimintanya kalau bisa, gak usah diberitakan, nanti tambah banyak masalah pula," pungkasnya. (Fah)
Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air
Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb
Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan
PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang
Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla
PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan
Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia
JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna
Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan
JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil