Jumat, 05 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Tolak Rohul Expo dengan Biaya 15 M, DPRD Rohul Sebut tak Bermanfaat Bagi Masyarakat

Tolak Rohul Expo dengan Biaya 15 M, DPRD Rohul Sebut tak Bermanfaat Bagi Masyarakat

Laporan : Fahrin Waruwu
Senin, 21 Sep 2015 21:56
Iklan RCC
ROKAN HULU – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu gelontorkan dana sebesar 15 Miliar yang dianggarkan dari APBD tahun 2015 untuk pelaksanaan Rohul Creative Carnival (RRC) 2015 dan Rohul Expo 2015 yang direncakan dilaksanakan pada Oktober mendatang mendapat penolakan keras dari berbagai anggota DPRD, pasalnya para legislator ini menilai kegiatan tersebut tidak bermanfaat bagi masyarakat Rohul.

Parahnya, kegiatan yang menelan biaya besar itu juga dilaksanakan pada saat ekonomi masyarakatnya sedang morat – marit, bahkan warga juga mengecam kegiatan yang terkesan mewah itu, sementara rakyatnya sedang menderita.

" Ini namanya, pemerintah menari – nari diatas penderitaan rakyatnya sendiri," ujar salah seorang warga Rohul kepada spiritriau.com, Senin 21/9/2015.

Anggota DPRD Rohul dari Partai Golkar, Nono Patria kepada wartawan Senin 21/9/2015 dikantornya mengatakan, di tengah-tengah terpuruknya ekonomi masyarakat saat ini  tidak seharusnya di laksanakan Rohul expo yang menelan biaya kurang lebih Rp 15 M tersebut.

"Intinya kita menolak pelaksanaan Rohul Expo, Itukan tidak bermanfaat terhadap rakyat, kan masih ada kegiatan-kegiatan lain yang bisa dilaksanakan yang menyentuh kepada masyarakat Rokan Hulu,"ketusnya.

Hal yang sama di sampaikan anggota DPRD Rohul dari Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi Dua, Novliwanda Ade Putra, ST, ia menilai, pelaksanaan Rohul Expo dengan dana sebesar itu tidak pantas, ia lebih setuju bila dana itudiperuntukkan guna membenahi insfraktruktur yang bisa tersentuh dan dinikmati oleh masyarakat yang belum terselesaikan akibat devisitnya anggaran.

"Mari kita pikirkan yang seharusnya bermanfaat untuk masyarakat di anggaran yang senilai kurang lebih 15 Milyar itu, kini ekonomi masyarakat terpuruk, sementara hanya untuk  pelaksanaan Rohul Expo memakan biaya cukup besar, ini yang harus di evaluasi,"sebutnya.

Menyikapi itu, Novliwanda mengatakan bahwa dalam minggu ini satker - satker yang berkaitan dengan  pelaksanaan Rohul Expo itu akan dipanggil ke DPRD untuk dibahas.

"Dalam minggu ini kita pasti undang satkernya ke DPRD Rohul, dalam membahas Rohul Exponya,"jelasnya.
Di jam yang berbeda Anggota DPRD Rohul dari Partai Hanura, Arisman S.Sos, dengan tegas menyatakan penolakannya pada paksanaan Rohul Expo itu, dijelaskannya, saat ini APBD Rohul  sudah devisit anggaran hingga mencapai kurang lebih Rp 300. M.

"Anggaran yang kurang lebih Rp 15 M itukan bisa digunakan untuk biaya perbaikan jalan yang rusak, untuk pembenahan bidang pendidikan, kesehatan dan yang lainnya, yang saat ini di butuhkan dan bermanfaat terhadap rakyat, sementara kalau Rohul expo hanya pihak pemda yang merasakan, masyarakat hanyalah penonton," imbuhnya.

Ditempat berbeda sebelumnya, masyarakat Rohul merasa kecewa mengetahui bahwa hanya untuk pengadaan tenda saja memakan biaya hingga mencapai empat Miliyar rupiah, yang mana kini kondisi ekonomi masyarakat tengah morat-marit.

"Kini ekonomi payah pak, Kelapa Sawit Rp 600  per Kg, karet Rp 7 ribu per Kg, sementara, Pemkab Rohul menyewa tenda itu sampai miliyaran rupiah, padahal kini ekonomi rakyat lagi sulit pak," ungkap Laman (30), warga Pasir Pangaraian.

Masih di tempat yang sama, aktivis LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Rohul Erwin Ginting menilai, pengadaan tenda tersebut temasuk pemborosan anggaran di tengah kondisi ekonomi sangat sulit, sebaiknya itu tidak usah dilaksanakan." Lebih baik berfikir supaya ekonomi masyarakat ini sejahtera," nilainya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan dengan Kepala Badan Pelayan Terpadu Perizinan Penanam Modal (BPTP2M) Rokan Hulu (Rohul), Ridarmanto, mengaku kalau anggaran pengadaan tenda untuk Rohul Exspo Tahun 2015 sudah menjadi kebijakan dari pemerintah dan pimpinan daerah.

"Kalau saya, tidak ada itu dilaksanakan, tidak masalah. Tapi  anggaran itu sudah terprogram, namun karena terjadi optimalisasi anggaran itu pun sebenarnya sudah dipotong, kini  proses lelang tersebut sudah melalui prosedur, sudah kita tayangkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Rohul," jelasnya.

Saat disinggung tentang besarnya anggaran untuk pengadaan tenda sebesar empat miliar, Ridarmanto menjawab, lelang yang dilakukan itu, pengadaan tenda dan perlengkapannya. "Itu ada empat Roder,  sebanyak 12 but, satu but sekitar Rp 18 juta,  termasuk tenda untuk stand batu akik itu khusus, kalau proses pengadaan itu tidak masalah lagi, karena perencanaan sudah dari awal, makanya kita laksanakan," bebernya.

Tambahnya, stand pameran tersebut juga diperuntukkan untuk masyarakat Rohul dan itu sama sekali tidak ada dipungut biaya. "Tapi dimintanya kalau bisa, gak usah diberitakan, nanti tambah banyak masalah pula," pungkasnya. (Fah)

 
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 16:40

    Wako Agung Nugroho Sambut Kedatangan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru

    PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 3 Batam asal Kota Pekanbaru, Jumat (5/6/2026). Ia menyapa langsung para jemaah di Bandara Sultan Syarif Kasi

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:36

    Polsek Tanah Putih Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMPN 6

    TANAHPUTIH- Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi remaja dan pelajar di S

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:35

    Penampakan Rumah Silmy Karim Digeledah KPK, Brimob Bersenjata Lengkap Diterjunkan

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus du

  • Jumat, 05 Jun 2026 15:01

    Gasak 700 Dolar AS Milik Turis Australia, WN Iran Dibekuk Polisi di Ubud Bali

    Kepolisian Resor Gianyar, Bali, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AFK atas dugaan tindak pidana pencurian terhadap sesama warga asing. AFK diduga mengambil uang milik seo

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.