Minggu, 10 Mei 2026
Antisipasi Lonjakan Harga Selama Ramadan DPRD Pekanbaru Minta Pemko Gelar Pasar Murah Tiap Kecamatan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 26 Mar 2023 16:57
PEKANBARU - Fluktuasi harga kebutuhan pokok beberapa hari belakangan ini di Kota Pekanbaru, diharapkan segera disikapi Pemko Pekanbaru.
Apalagi kondisi ini diprediksi akan terjadi selama Bulan Ramadan, ditambah lagi keadaan cuaca yang tidak menentu.
Langkah yang sudah diambil Pemko Pekanbaru belum lama ini, dengan mengadakan pasar murah, dinilai sudah tepat. Namun jangan hanya sekali saja digelar pasar murah tersebut.
"Belum lama ini kan sudah ada 4 titik pasar murah dilaksanakan. Kita harapkan lokasi pasar murah tersebut diperbanyak lagi, demi membantu masyarakat di saat harga kebutuhan pokok tak menentu," pinta Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Dapot Sinaga SE, Minggu (26/3/2023) kepada Tribunpekanbaru.com.
Diakuinya, harapan pasar murah ini dilaksanakan lebih banyak lagi, agar masyarakat bisa merata membeli kebutuhan pokok di pasar murah tersebut. Apalagi pasar murah ini memang sangat dibutuhkan masyarakat, dengan harapan bisa membeli kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Seperti halnya beras, minyak goreng, gula, telur, dan lain sebagainya. Tentunya ini digelar secara berkesinambungan.
"Kalau bisa, kita minta pasar murah ini diadakan di setiap kecamatan. Itu bisa dilakukan setiap minggu, apalagi selama bulan Ramadhan ini kebutuhan masyarakat meningkat," harapnya.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa pihaknya meminta agar kehadiran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pekanbaru, benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan hanya menggelar pasar murah secara seremonial, atau hanya untuk laporan ke pimpinan saja.
Tapi tim ini harus hadir dan membuat kebijakan yang pro masyarakat, sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah.
Iklan untuk Anda: Tak Perlu Laser jika Mata Mulai Kabur! Ternyata Cukup Lakukan Ini
Advertisement by
"Kita minta kepada Pemko, juga lakukan intervensi harga di pasaran. Sehingga antara pasar tradisional satu dengan yang lain, jangan terlalu jauh perbedaan harga. Maka TPID yang dibentuk itu benar-benar bekerja, sehingga tidak hanya nama saja, tapi tak berguna bagi masyarakat," tegasnya.
sumber:tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca