Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Kajati jadi Narasumber pada acara Silaturahmi Kejati dan Pemrov Riau

Kajati jadi Narasumber pada acara Silaturahmi Kejati dan Pemrov Riau

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 12 Sep 2022 14:25
PEKANBARU - Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi menjadi 
narasumber dalam kegiatan silaturahmi Pemerintah Provinsi Riau dengan Kejaksaan Tinggi Riau dengan Tema “Menuju Riau Sejahtera Tanpa Korupsi dan Penuh Ampun”.

Kasipenkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH MH melalui siaran persnya mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar Senin tanggal 12 September 2022 sekira pukul 10.00 WIB di Balai Serindit Aula Gubernuran.

Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M. Si, Sekda Provinsi Riau Ir. S. F. Hariyanto, M. T, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Akmal Abbas, SH., MH, Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Robinson Sitorus, SH., MH, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Raharjo Budi Kisnanto, SH., MH, Asisten Tindak Pidana Khusus Tri Joko, SH., MH, Para OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Dalam kegiatan Silaturahmi Pemerintah Provinsi Riau dengan Kejaksaan Tinggi Riau, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi menyampaikan bahwa Indonesia terkenal dan kaya dengan sumber daya alamnya yang sangat melimpah, dan sejalan dengan itu Tindak Pidana Korupsi di Indonesia perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Tindak pidana korupsi telah menjadi suatu kejahatan yang luar biasa yaitu sesuai indeks persentasi korupsi Indonesia Tahun 2021 tercatat 1 poin menjadi 38 dari skala 0-100 pada Tahun 2021 nilai yang meningkat ini turut mengerek posisi Indonesia lebih baik dalam urutan IPK Global yaitu Indonesia berada di urutan 96 dari 180 negara yang sebelumnya peringkat 102.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi menjelaskan persoalan yang mendesak yang harus diatasi oleh Penegak Hukum saat ini adalah Korupsi.

Pengertian Korupsi adalah semua yang memiliki keterkaitan terhadap tindakan yang diancam dengan sanksi sebagaimana diatur didalam Undang-undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang pengubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, secara terminologi korupsi menyangkut masalah penyuapan yang berhubungan dengan manipulasi di bidang ekonomi dan kepentingan umum, perilaku pejabat publik baik itu politikus politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal mempercaya diri sendiri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yaitu dengan cara mencegah dan memberantas. 

"Kita semua harus menjadi subjek pemberantasan korupsi seperti Aparat Pemerintah, Sektor Swasta dan Masyarakat yang di atur dalam PP 43 Tahun 2018 yaitu peran serta masyarakat adalah peran aktif perorangan, ormas atau LSM dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Tinggi Riau juga menjelaskan jondisi-kondisi pemicu dalam Tindak Pidana Korupsi yaitu biaya politik yang tinggi, gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil, tidak adanya kontrol yang cukup untuk penyuapan, kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah dan buruknya keteladanan.

Dan selanjutnya Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi menyampaikan sumber-sumber apa saja potensi Tindak Pidana Korupsi yaitu Proyek Pembangunan Fisik, Pengadaan Barang, Bea Cukai (Ekspor dan Impor), Perpajakan, Pemberian Izin, Pemberian Kredit Perbankan dan Penegakan Hukum.

Dalam penyampaiannya Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr. Supardi mengajak Pemerintah Provinsi Riau untuk bekerja dengan jujur, profesional dan ikhlas. Dan juga menghimbau pejabat untuk menjauhi perilaku menyimpang, khususnya tindak pidana korupsi. 

"Jangan kita memberi makan anak istri kita dengan yang haram, ingat kita punya anak, istri dan suami. Dan juga mengingatkan bekerja adalah bagian dari ibadah, "pesannya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau juga menghimbau agar ibadah yang 
dijalankan oleh jajaran pejabat benar-benar tulus untuk meminta ridho dan perlindungan dari Allah SWT.

Dan selanjutnya juga Kepala Kejaksaan Tinggi Riau akan mendukung setiap kegiatan pembanguan di Riau, agar masyarakat menjadi sejahtera dan maju, tanpa korupsi. (ded)
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.