Travel
Kisah Sejarah Agama Islam Masuk ke Tanah Batak
Kamis, 16 Jun 2016 11:21
SUKU Batak terbagi menjadi lima suku besar, yakni Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola dan Batak Mandailing.
Jika empat suku pertama mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk agama Kristen, tidak demikian dengan Batak Mandailing yang mayoritas memeluk Islam.
Menurut Adi, pemandu wisata lokal, masuknya Islam di Mandailing berasal dari penyebaran Raja Sumatra Barat. Raja Rao yang kala itu memerintah berhasil menyebarkan Islam di Mandailing, namun gagal menyebarkannya ke suku Batak yang lain.
"Mandailing lebih dulu Islam daripada ketika Kristen masuk ke Batak. Cuma penyebaran Islam kala itu cuma sampai Mandailing saja karena Raja Rao yang kala itu menyebarkan kan meninggal," jelas Adi kepada Okezone, Kamis (16/6/2016).
Masuknya Islam ke Mandailing ini terjadi di sekitar tahun 1800an ketika pecah perang Paderi. Konon, penyebaran Islam di Mandailing pada kurun waktu 1816-1820 dilakukan dengan cara kekerasan, termasuk dengan menggunakan senjata.
Sementara di Tomok, Islam masuk dibawa oleh panglima perang Raja Sidabutar ke-2, yakni Tengku Muhammad Said yang berasal dari Aceh.
Tengku merupakan panglima perang kesayangan Raja Sidabutar ke-2, Ompu Niujungbarita Sidabutar. Buktinya, patung Tengku ada di peti mati Raja Sidabutar ke-2 sebagai bentuk penghormatan.
Di bawah Tengku Muhammad Said, wilayah kekuasaan kerajaan Sidabutar di Sumatera Utara semakin luas.
Sayangnya, meski sukses dalam kariernya sebagai panglima perang, Tengku Muhammad Said gagal menyebarkan Islam melalui dakwahnya.
Hingga akhir kejayaan kerajaan Sidabutar, tak seorang keluarga raja pun yang memeluk Islam. Hingga akhir, mayoritas keluarga raja dan rakyatnya memeluk kepercayaan Parmalim dimana mereka dilarang makan daging babi, anjing dan darah. Hanya raja ke-3 yang memeluk agama Kristen sebelum meninggal dunia.
Cerita tentang panglima perang Tengku Muhammad Said dan keluarga Raja itu dapat dilihat di makam keluarga raja Sidabutar yang ada di desa Tomok.
Di situ, wisatawan akan bisa melihat patung besar Tengku Muhammad Said yang ada di bagian ujung peti Raja Sidabutar ke-2 dan peti raja Sidabutar ke-3 yang dipasangi tanda salib sebagai bukti bahwa dirinya wafat dalam keadaan memeluk Kristen.
Hingga kini, setidaknya ada 3 agama dan 2 kepercayaan yang dianut masyarakat Batak. 3 agama tersebut adalah Kristen Katolik, Protestan dan Islam, sementara 2 kepercayaan yang masih ada adalah Parmalim dan Animisme.
Meski berbeda keyakinan, namun masyarakat Batak hingga kini dapat hidup berdampingan secara rukun. (okezone.com)
5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet
JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun
Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang
Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba
Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung
Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin
Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram
Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy
Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa
Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji