Jumat, 05 Jun 2026
  • Home
  • Traveler
  • Terviral di Sumbar, Pondok Bika dan Kawa Tapi Talago

Travel

Terviral di Sumbar, Pondok Bika dan Kawa Tapi Talago

Laporan: Al-Ikhwan
admin
Senin, 03 Jan 2022 20:45
(Foto: Al- Ikhwan)
Terviral di Sumbar, Pondok Bika dan Kawa Tapi Talago
Puisi Ibu, karya KH D Zawawi Imron yang baitnya pertamanya berbunyi, Ibu kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting
Hanya mata air air matamu ibu, yang tetap lancar mengalir. 
Bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan. 
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar, sangat cocok disandingkan sebagai gambaran bakti, Andi Pemilik Pondok Bika  dan Kawa Daun Tapi Talago yang saat ini sedang viral di Sumatera Barat. 

Tersebab bakti pada Ibunda tercintanya yang saat ini telah berusia 90 tahun lebih itulah, Andi lelaki paruh baya yang sudah mapan di tanah Jawa dengan pekerjaannya di perusahaan kontruksi mobil tersebut memilih pulang kampung lalu memulai usaha kecil-kecilan dengan membuka Pondok Bika dan Kawa Daun yang terletak di Jalan Raya Padang Bukittinggi km 10, Kenagarian Koto Baru, Kecamatan, Kec. Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Kepada kru Spirit Riau, yang mengunjungi lapak usahanya dalam tour the Sumatera, baru-baru ini anak tertua dari empat bersaudara itu mencerikan kisah usaha yang dirintisnya. 

Awalnya tapak usahanya yang tengah viral-viralnya tak hanya di Sumatera Barat, tapi juga Sumatera bahkan Indonesia itu adalah tanah keluarga yang tak produktif dan disewakan kepada pihak ketiga alakadarnya saja. 

"Setiap pulang kampung dan rindu ibu, saya selalu melihat peluang apa yang bisa diciptakan di kampung halaman tercinta ini, usaha warga yang banyak di sini ya menjual bika," ujarnya. 

Disebabkan hanya usaha kue bikalah yang terbanyak di kampungnya tersebut, demi bisa lebih sering mendampingi Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan, ia pun akhirnya mesti mengikuti arus angin tersebut, sembari tak berhenti untuk memutar otak apa yang semestinya dilakukan selain menjual bika. 

Di awal tahun 2018 mulailah dirinya mengolah tanah milik orang tuanya tersebut, menjual bika dengan cara trasional dan menggungu pembeli dan bolak balik Sumbar-Bandung melihat "Amak" di kampung  dan anak-istri di Bandung. 

Di awal tahun 2019 muncullah ide untuk menyandingkan usaha menjual bika dengan minunan kawa, sejenis minunam hangat berasal dari daun kopi yang diseduh seperti teh yang berasal daun kopi lokal pilihan awalnya dikeringkan dengancara disangai (didiang) selama 12 jam. 

Saat akan diminum, daun kering ini dicampur dengan air dingin, lalu diseduh dengan air mendidih, sehingga rasanya sangat makyoos. 

Tahun 2019-2020 usaha Andi ini tetap hanya seperti usaha sejenis, pembeli datang dan pergi dan enggan singgah kembali apalagi duduk berlama-lama. 

Kemudian di awal 2021 muncullah kembali idenya untuk mempercantik lapak usaha dan meninggikan lantai pondok serta membuat bangku layaknya taman kota, sehingga mulai banyak pengunjung yang mulai singgah, duduk berlama-lama dan berswafoto di lapak usahanya dengan latar pemandangan Talago Koto Baru yang terletak di bibir Gunung Merapi dan dan  Singgalang itu. 
Kue yang memiliki bahan dasar tepung beras dan kelapa ini, memiliki cita rasa asam manis di setiap gigitannya, karena diolah dengan cara dibakar atau dipanggang, berbeda dengan kue bika lainnya yang biasanya di kukus, Bika Medan atau Bika Ambon misalnya. 

Di awal 2021 mulai ya sedikit merangkaknya, awalnya cuma hanya menghabiskan berapa kilo tepung dan 10 kelapa saja dalam sehari untuk pembuatan dan penjulan bila, kalau saat ini alhamdulillah sudah ratusan," ujarnya. 

Dia percaya, lancarnya usaha yang sedang dirintisnya saat ini bisa berkembang berkat doa "Amak" karena dia awalnya membuka usaha di kampung halaman adalah berjuan agar bisa lebih sering dan lebih lama melihat amaknya. 

Seiring viral usahanya saat ini di masa datang, Andi masih menciptakan aneka panganan lain dan objek-objek swafhoto untuk pengunjung di tempat usahanya tersebut. 

Rencana terdekat yang ingin di buatnya di waktu dekat ini adalah mempelebar ruangan ke arah talago dan membuat sebuah bangunan yang mencirikan rumah adat Minangkabau untuk tamu-tamu, biasa maupun privasi. 

Seperti, kita sedang berada di Pelana atau Kawah Merapi dan Singgalang saat kita barada kawasan ini, ujar dokter Rahmi seorang pengunjung yang berasal dari Riau. 

Menurutnya, yang sering membeli Bika di Koto Baru ini, Bika khas Sumbar yang berada di Pondok Bika dan Kawa Tapi Talago ini lebih nikmatnya lagi, karena  kita  menyantapnya saat masih hangat, dan ditemani dengan Kawa Daun yang juga hangat.

Saat kita  menggigit kue bika ini, akan terasa keras dan berkerak bagian luarnya karena dibakar dan kelembutan pada bagian dalamnya. (wan)
Tapi Talago Terviral di SumbarPondok Bika dan Kawa
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 13:57

    Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung, Begini Duduk Perkaranya

    Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan bentrokan antara puluhan anggota TNI dengan warga di Kabupaten Lampung Utara, Lampung, viral di media sosial. Insiden itu disebut dipicu oleh kesalahpahaman

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:53

    Prabowo Resmi Copot Silmy Karim dari Wakil Menteri Imipas

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Silmy Karim dari jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Kamis (4/6/2026). Hal ini dilakukan usai Komisi Pemberantasa

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:36

    HomeBeritaRegional Detik-Detik 2 Anggota Brimob Dibacok Gerombolan Debt Collector, 4 Orang Ditangkap

    Jakarta - Sebanyak 11 debt collector membacok dua anggota Brimob di Kota Serang, Banten, ditangkap. Empat di antaranya sudah ditangkap."Keempat pelaku diketahui berada di lokasi kejadian dengan peran

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:31

    Lagi Patroli, Brimob Tangkap Tiga Pria Sedang Konsumsi Sabu

    Jakarta - Tiga pria tak berkutik saat dihampiri petugas patroli gabungan Brimob dan Polres Metro Jakarta Utara di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jumat (5/6/2026) dini hari. Ketiganya kedapatan tengah

  • Jumat, 05 Jun 2026 13:23

    Pria Kampar Ini 3 Tahun Incar Kotak Infak Lintas Kabupaten, Akhirnya Tertangkap Tangan

    KAMPAR - Seorang pria warga Kampar mengincar kotak infak lintas kabupaten untuk dicurinya. Akhirnya tertangkap tangan.Warga menangkapnya saat beraksi di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Tapung,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.