Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga TBS di Rohul 500/Kg. Petani Sawit : Kemana Kami Mengadu?

Harga TBS di Rohul 500/Kg. Petani Sawit : Kemana Kami Mengadu?

Laporan : Fahrin Waruwu
Senin, 31 Agu 2015 15:35
Fahrin Waruwu
Tandan Buah Sawit
ROKAN HULU-Semakin anjloknya harga Tandan Buah Sawit (TBS) Hingga saat ini mencapai 500/Kg, seluruh masyarakat sudah mulai merasakannya, termasuk di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani Sawit.

Basir warga Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir salah satu diantara Ratusan ribu masyarakat Rohul petani sawit lainnya, akibat anjloknya harga TBS itu membuat dirinya ‎semakin tak berdaya, mengahapi tuntutan ekonomi keluarganya.

Dia mengaku hanya bisa " Menjerit "kepada pemerintah saat harga Tandan Buah Segar ‎(TBS) kelapa Sawit masih dikisaran Rp. 700 dan Rp.600/Kg yang dibeli oleh toke sawit ke Petani. Namun Saat ini Basir tak lagi menjerit kepada Pemerintah, tetapi dirinya hanya bisa "menangis" saat harga TBS anjlok hingga di bawah Rp. 500/Kg nya dari tangan petani.

Penyebab tangisan Basir,  di akibatkan dengan anjloknya harga sawit hingga di bawah Rp.500/Kg. Membuat perekonomian keluarganya semakin susah, apalagi ditengah kegoncangan perekonomian Indonesia yang diakibatkan melemahnya harga tukar Rupiah terhadap dolar.

Ditambahkannya harga bahan pokok yang juga terus merangkak Naik. Namun harga Sawit justru semakin lama semakin parah anjlok. Sehingga dirinya pasrah kepada sang pencipta.

"Saya tidak tahu mau ngapain dan mengadu kemana lagi mas. Harga sawit anjlok, beban hidup semakin banyak dan berat. Mau cari kerjaan lain saya kurang paham mas. Ya saya cuman bisa berharap kepada sang pencipta dan pemerintah. Untuk bisa meningkatkan harga sawit kembali," harapnya, sambil meneteskan Air matanya (31/8)

Basir ini sendiri mempunyai dua orang anak.  yang mana anaknya masih duduk di bangku sekolah. Yakni, duduk di kelas 4 SD dan satu orang yang baru tamat SMA. Sedangkan anaknya yang baru tamat SMA tersebut bernama Saputra, harus rela tidak melanjutkan kuliahnya. Akibat perekonomian keluarganya.

Dirinya berharap, pemerintah daerah bisa bertindak cepat dalam hal Anjloknya harga TBS. Pasalnya bila keadaan ini terus berlanjut, Drinya khawatir. Bakal banyak masyarakat yang semakin menangis dalam menutupi ekonomi keluarga. (Fah)

Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Mei 2026 16:34

    Polda Riau Bongkar Situs Bank Palsu, Mahasiswa di Kampar Ditangkap

    PEKANBARU-Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap praktik pembuatan situs tiruan (fake website) perbankan yang diduga digunakan untuk memfasilitasi keja

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:32

    Kementan RI Tolak Usulan Bupati Kuansing Cabut Izin PT WSN

    KUANSING-Keinginan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby untuk mencabut izin usaha perkebunan (IUP) PT Wanasari Nusantara (WSN) belum membuahkan hasil. Rekomendasi usulan pencabutan izin

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:02

    Hasil RUPS-LB, Pemprov Riau Tetapkan Ade Frestian Sebagai Direktur PT PER

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan pimpinan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada, Selasa (26/5/2026).RUPS-LB yang digelar di

  • Selasa, 26 Mei 2026 16:00

    Lantik 238 Pejabat Eselon III dan IV Pemprov Riau, Plt Gubri SF Hariyanto Minta Bekerjalah Luar Biasa, Jangan Biasa Saja

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melakukan langkah penyegaran birokrasi melalui pelantikan ratusan pejabat administrator dan pengawas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat efektivitas

  • Selasa, 26 Mei 2026 15:37

    Polres Rohil dan Pemkab Gelar Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba

    BAGANSIAPIAPI-Upaya memperkuat sinergi lintas instansi dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan di Kabupaten Rokan Hilir. Salah satunya melalui pelaksanaan Apel Kes

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.