Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Olah Sampah Jadi Cuan, Pekanbaru Kembangkan Pupuk Kompos dan Magot

Berita

Olah Sampah Jadi Cuan, Pekanbaru Kembangkan Pupuk Kompos dan Magot

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 10 Feb 2026 08:41
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Upaya pengelolaan sampah secara mandiri dari sektor hulu terus digalakkan di Kota Pekanbaru. Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, meninjau langsung operasional Rumah Kompos dan budidaya maggot di TPS 3R KMP Kopling Berjaya, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, Minggu (8/2/2026). Selain di Sukajadi, pemantauan serupa juga dilakukan di fasilitas pengolahan sampah Kecamatan Sail guna memastikan keberlanjutan program ekonomi sirkular tersebut.

Dalam kunjungannya, Agung menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memisahkan sampah rumah tangga sejak dini. Langkah ini dianggap krusial agar residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir berkurang, sementara sampah organik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi warga.

"Ini memang yang akan kami dorong terus, supaya memang masyarakat nanti sudah bisa memilah sampahnya dari awal. Dan juga sudah akan mulai menghasilkan," ujar Agung di sela peninjauan.

Hasil tinjauan di lapangan menunjukkan bahwa integrasi antara rumah kompos dan budidaya maggot telah memberikan dampak nyata, terutama sebagai penyedia pakan alternatif bagi sektor peternakan. Serangga maggot yang dihasilkan dari limbah organik tersebut terbukti menjadi sumber nutrisi berkualitas untuk pertumbuhan hewan ternak.

"Tadi kita lihat di maggot itu sudah bisa diberikan makan kepada ternak ayam, dan proteinnya tinggi," ungkapnya.

Guna memperluas dampak positif dari hilirisasi sampah ini, Agung menginstruksikan dinas terkait untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral. Target besarnya adalah menjalin kemitraan dengan sektor industri perkebunan untuk menyerap hasil produksi pupuk kompos dalam skala besar.

"Ini yang akan kami lakukan untuk bagaimana antara Dinas LHK, Dinas Pertanian dan Peternakan berkolaborasi. Dan kita juga akan segera ke PTPN IV untuk bagaimana rumah dari kompos ini nanti kita bisa jual pupuknya kepada mereka," tutupnya. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.