Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Retribusi Tetap Masuk Kas Daerah, Pengelolaan CFD Pekanbaru Dialihkan ke Koperasi Kodim

Berita

Retribusi Tetap Masuk Kas Daerah, Pengelolaan CFD Pekanbaru Dialihkan ke Koperasi Kodim

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 10 Feb 2026 08:47
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU â€" Kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman kini memasuki babak baru pengelolaan. Pemerintah Kota Pekanbaru memutuskan untuk merombak sistem penataan pedagang guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini dianggap belum terserap maksimal akibat tata kelola yang kurang terstruktur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengatakan, selama ini potensi ekonomi di arena CFD belum tergarap secara profesional. Sebagai solusinya, pemerintah menggandeng badan usaha, yakni Koperasi Kodim, untuk mengambil alih tanggung jawab operasional di lapangan. Pemilihan mitra ini merujuk pada keberhasilan mereka dalam menata kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dien.

"CFD selama ini belum dikelola secara struktural meski di bawah naungan Disperindag. Hal ini membuat kontribusi pendapatan belum maksimal," ujar Iwan Simatupang, Senin (9/2/2026).

Iwan memastikan bahwa meskipun pihak ketiga kini memegang kendali teknis, aliran dana retribusi dari para pedagang tidak akan lari ke kantong pribadi. Seluruh pungutan resmi tetap diwajibkan masuk ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya ketertiban tanpa mengesampingkan aspek transparansi anggaran yang selama ini menjadi tanda tanya masyarakat.

Pihak pengelola diperintahkan untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup di area CFD. Sosialisasi mendalam mengenai aturan lapak, mekanisme iuran, hingga tata tertib kebersihan menjadi poin utama yang harus dipahami oleh pedagang agar tidak muncul riak penolakan di kemudian hari.

"Kami minta pengelola sosialisasi dulu kepada pedagang. Terkait iuran dan penataan lapak, semuanya harus jelas agar tidak ada salah paham," tambahnya.

Respon dari kalangan pedagang sejauh ini terpantau positif terhadap perubahan tersebut. Kehadiran pengelola baru diharapkan mampu mengikis praktik pungli liar dan menciptakan suasana belanja yang lebih nyaman bagi pengunjung mingguan di pusat kota tersebut. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.