Hukrim
Ketua PWI Riau Minta Polisi Segera Usut Tuntas Intimidasi Terhadap Jurnalis Febri Sugiono
Laporan: Jonathan Surbakti
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Mei 2020 17:50
PEKANBARU-Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau, Zulmansyah Sekedang sangat menyayangkan adanya oknum masyarakat yang merasa keberatan dengan pemberitaan yang dilakukan oleh anggota PWI Provinsi Riau di Kabupaten Pelalawan. Bahkan, aksi keberatan tersebut dilakukan dengan cara mengintimidasi jurnalis yang dalam bekerja telah dilindungi Undang-undang Pers.
"Wartawan
dalam bekerja mendapatkan perlindungan Undang-undang yakni UU Pers Nomor
40/1999 tentang pers. Saya yakin anggota PWI Provinsi Riau dalam bekerja juga
sangat mentaati dan memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ)," kata
Zulmansyah.
Dikatakan
Zulmansyah, jika dalam suatu pemberitaan ada oknum masyarakat yang tidak senang
dengan pemberitaan yang telah diterbitkan atau tayang disebuah media, maka
sudah sepatutnya yang bersangkutan memberikan hak jawab.
"Jadi tidak
jangan sampai melakukan intimidasi. Andaikan dalam pemberitaan wartawan ada
yang salah atau keliru, silahkan menggunakan hak jawab atau hak koreksi. Itu
sudh diatur dalam UU Pers," tegasnya.
"Nah jika
wartawan sampai diintimidasi, diancam tentu bertentangan dengan Undang-undang
dan berpotensi melanggar pasal-pasal pidana KUHP," sambungnya.
Untuk itu kata
Zulmansyah, dirinya sebagai Ketua PWI Provinsi Riau sangat menyayangkan dengan
aksi intimidasi dan mengancam yang dilakukan oleh seorang oknum masyarakat di
Kabupaten Pelalawan yang telah merugikan sang jurnalis tersebut.
"PWI Riau
sangat keberatan dengan intimidasi terhadap wartawan. Dimana pun itu. Apalagi
yang bersangkutan adalah anggota PWI Riau. Untuk itu, kepada PWI di Kabupaten
Pelalawan diminta memonitor dan mengawal proses hukum pengaduan wartawan Febri
Sugiono," pungkasnya.
Seperti
diberitakan sebelumnya Rumah Febri didatangi seorang pemuda bernama Dwi Surya
Pamungkas sekita pukul 03.00 wib subuh, untuk mempertanyakan berita yang
diterbitkan di media online. Febri diketahui bekerja sebagai wartawan di
beberapa media online yang menyoroti permasalahan di koperasi Desa Sungai Ara
Kecamatan Pelalawan.
Febri menceritakan,
dua hari terakhir dirinya menyoroti permasalahan di Koperasi Sungai Ara yang
diketuai Ahyar.Berita yang diterbitkan mantan Wartawan Riau Mandiri Febri
Sugiono yang membongkar adanya dugaan
penyelewengan di tubuh koperasi itu.
Tak
disangka-sangka, anak Ahya bernama Dwi Surya Pamungkas tiba-tiba menyambangi
kediaman keluarga Wartawan Senior Febri
Sugino dengan marah-marah dan meminta
Febri keluar dari rumahnya untuk membicarakan persoalan pemberitaan.
Febri
berinisiatif untuk merekam intimidasi Dwi dengan kamera HP miliknya dan
mempertanyakan tujuan kedatangannya. Ia memilih hanya berdiri di pintu sambil
merekam aksi Dwi yang berbicara dengan nada suara tinggi. Ia takut Dwi
melakukan hal-hal yang buruk terhadap keluarganya pada malam itu. Tak berhasil
berbicara dengan Febri, pemuda itu pulang dari rumah.
"Anak dan
istri saya masih trauma sampai sekarang. Putri saya sampai tak bisa tidur dan
terus bertanya-tanya kejadian itu. Tetangga juga sampai keluar tadi
subuh," tutur ayah dua anak ini.
Febri didampingi
belasan wartawan mendatangi SPKT Polres Pelalawan untuk membuat laporan dan
dilanjutkan dengan pemeriksaan denga Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Laporan
ini sebagai efek jera bagi oknum-oknum yang mengintimidasi wartawan karena
pemberitaan (jon)
Febri Sugiono Wartawan PelalawanIntimidasi
23 Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Ini Gejala yang Dirasakan
Pemerintah mencatat sebanyak 23 kasus Hantavirus jenis Seoul Virus ditemukan di Indonesia dalam tiga tahun terakhir. Seluruh pasien mengalami gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS), sala
PLN UP3 Tanjungpinang Salurkan Bantuan Napkah Dhuafa kepada 4 Lansia
BENGKALIS - Penyaluran bantuan Program Napkah jaminan bahan pokok untuk para dhuafa diserahkan Asisten Manager Keuangan dan Umum Deni Irawan, Amil YBM PLN UP3 Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (K
Diduga Terjatuh Bersama Motor, Pria 36 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Piamban
KAMPAR KIRI HILIRâ€"Seorang pria bernama Jefri (36), warga Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar ditemukan meninggal dunia di Sungai Piamban, Jumat (8/5/2026) sore.&nbs
Tentara Israel Paksa Keluarga Palestina Bongkar Makam Anak Mereka karena Dekat Permukiman Zionis
Tentara Israel dilaporkan memaksa sebuah keluarga Palestina membongkar kembali makam putra mereka dan memindahkan jenazahnya di wilayah Jenin, Jumat malam. Laporan tersebut disampaikan kantor berita r
DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari