Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Tempat Perjudian Berkedok Game Terus Bermunculan di Inhil

Aparat Penegak Hukum Terkesan Tutup Mata.

Tempat Perjudian Berkedok Game Terus Bermunculan di Inhil

Laporan: Aditya Prahara
Senin, 07 Sep 2015 20:36
Antara
Mahasiswa Yogyakarta asal Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir , Said Rijal Khalis

TEMBILAHAN - Mahasiswa Yogyakarta asal Kecamatan  Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir , Said Rijal Khalis yang juga wakil ketua Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta sangat prihatin sekali melihat kondisi daerah kelahirannya yaitu Tembilahan.

Kota ibadah telah diwarnai dengan beberapa wadah perjudian Game yang jelas merusak moral bangsa dan Negara dan khususnya daerah kabupaten Inhil.

Wakil ketua Ikatan Mahasiswa Yogyakarta asal Riau tersebut menyebutkan, ketika ia pulang ke daerahnya kemarin banyak mendengar tempat perjudian game di kota yang dulunya di kenal dengan kota ibadah ini.

"Ketika saya pulang ke Tembilahan kemarin banyak mendengar tempat perjudian game di kota yang dulunya di kenal dengan kota ibadah ini. Dan saya memutuskan langsung melihat ke beberapa titik tempat yang sangat merusak moral masyrakarakat tersebut," ujar Rizal

"Setelah saya melihat secara langsung, sangat perihatin dan mendesak  aparat penegak hukum di Indragiri Hilir menutup tempat permainan game perjudian di Inhil ini," sambungnya.

Tidak hanya itu, Mahasiswa fakultas hukum UAD Yogyakarta itu juga mengatakan  banyak pemuda mahasiswa dan anak anak  yang menjadi korban tempat perjudian yang berkedok Game itu.

"Banyak pemuda mahasiswa dan anak anak  yang menjadi korban tempat perjudian yang berkedok Game itu ada yang berhenti sekolah, kuliah  dan banyak hutang serta  juga banyak yang menggadaikan barang barang mereka sendiri. Dampak perjuadian ini sangat banyak sekali bisa menjadikan orang sebagai penjahat, selain merugikan diri sendiri juga bisa merugikan orang lain,  pecandu judi bisa membuat orang menjadi penipu dan maling akibat kalah berjudi," ungkapnya lagi

"Maka dari itu kita sangat mengharap kepada aparat penegak hukum yang ada di inhil jangan seolah-olah tutup mata, segera  berantas perjudian di inhil, kalau lah aparatur penegak hukum diam-diam saja tentu akan menjadi tanda tanya mengapa dan ada apanya dengan itu semua," pungkas Rizal (dit)

Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:34

    Dolar Terus Menanjak Ini Saran Ekonom Riau untuk Masyarakat

    PEKANBARU - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin menanjak, nyaris mendekati Rp18 ribu. Masyarakat diminta tetap tenang, tak perlu gegabah apalagi panik.Demikian dikatakan Ekonom Riau Dahl

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:29

    Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

    Idham Dermawan (35), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diduga nekat mengakhiri nyawa rekannya sendiri, Agmi (35).Idham meradang setelah mengetahui adanya hubungan terlarang antara korban

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:06

    Hasil Lawatan ke Prancis, Prabowo Bawa Pulang Capaian Kerja Sama Rp 61,25 T .

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air setelah kunjungan kenegaraan ke Prancis. Prabowo membawa pulang capaian kerja sama bernilai Rp 61,25 triliun.Dikutip dari keterangan Badan Komunik

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:01

    Babak Baru Kasus Dugaan Penipuan Calon Jemaah Umrah, Bos Hanania Travel Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

    Polda Metro Jaya menahan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group berinisial ASF setelah ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya sebelumnya menerima dua laporan terkait

  • Sabtu, 30 Mei 2026 14:31

    Sindikat Penipuan Bermodus Batu Merah Delima Perdaya ASN Siak Ratusan Juta

    SIAK- Seorang aparatur sipil negara di Kabupaten Siak bernama Zainuddin alias Atan (54) menjadi korban sindikat penipuan bermodus jual beli batu merah delima bertuah. Warga Kecamatan Mempura tersebut

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.