- Home
- Internasional
- Amerika Serikat Tuai Kritik, Ingin Kirimkan Bantuan Makanan ke Gaza
Internasional
Amerika Serikat Tuai Kritik, Ingin Kirimkan Bantuan Makanan ke Gaza
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 03 Mar 2024 18:27
AMERIKA Serikat (AS) berencana ingin mengirimkan bantuan berupa makanan ke wilayah Gaza melalui darat. Meski demikian, rencana itu mendapat kritik dari sejumlah kelompok bantuan karena dianggap tidak efisien sebab Israel terus melakukan blokir jalan.
Akhirnya AS pun memutuskan untuk memberikan bantuan ke wilayah Gaza dibantu dengan angkatan udara Yordania.
“Melakukan bantuan kemanusiaan gabungan ke Gaza untuk memberikan bantuan penting bagi warga sipil yang terkena dampak konflik yang sedang berlangsung,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Aljazeera, Minggu (3/3/2024).
“Menjatuhkan lebih dari 38.000 makanan di sepanjang garis pantai Gaza yang memungkinkan akses sipil ke bantuan kritis,” tuturnya.
Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, AS John Kirby mengatakan mengirimkan bantuan menggunakan pesawat lebih menguntungkan dibandingkan melalui truk atau darat. Karena pesawat dapat memindahkan bantuan ke area tertentu lebih cepat.
Meskipun dalam hal volume pesawat dianggap menjadi ‘suplementasi’ bukan pengganti untuk memindahkan barang melalui darat, tetapi langkah AS telah dikritik sebagai langkah hubungan masyarakat yang tidak efisien dan sederhana oleh anggota organisasi bantuan internasional.
Untuk diketahui, semenjak 7 Oktober Israel telah menyerang Hamas sehingga mereka melarang masuknya bantuan berupa makanan, air, obat-obatan, dan persediaan lainnya ke wilayah Gaza.
Menurut Mantan Direktur USAID, Dave Harden mengatakan dia pikir AS lemah dan telah membuatnya kecewa. Sebab AS yang seharusnya memiliki kemampuan untuk memaksa Israel membuka lebih banyak bantuan justru hal itu tidak mereka lakukan.
“AS memiliki kemampuan untuk memaksa Israel untuk membuka lebih banyak bantuan dan dengan tidak melakukan itu kita menempatkan aset kita dan orang-orang kita dalam risiko sehingga berpotensi menciptakan lebih banyak kekacauan di Gaza,” ucapnya.
Tidak heran jika Kementerian Luar Negeri Palestina mengkritik bahwa AS sebagai negara yang lemah dan marjinal. Karena tidak dapat mengamankan bantuan kepada orang Palestina.