Jumat, 31 Jul 2026

Internasional,

Perbatasan Ceuta Jebol, Spanyol Kerahkan Pasukan Militer

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 31 Jul 2026 16:52
JAKARTA - Ribuan migran terpantau memasuki wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Massa yang terdiri dari pria muda, wanita, dan anak-anak ini berhasil melewati perbatasan laut maupun darat dari arah Maroko dalam waktu beberapa jam saja Kamis (30/7/2026). Rekaman video di pantai Tarajal memperlihatkan kerumunan orang berlarian melintasi pemecah gelombang hingga merangsek ke jalan raya.

Menghadapi eskalasi ini, otoritas perbatasan tampak kewalahan. Kepala asosiasi perwakilan petugas Guardia Civil di Ceuta, Rachid Sbihi mengakui bahwa sistem pertahanan di area tersebut sudah tidak mampu menahan laju massa.


"Situasinya benar-benar kacau. Tidak mungkin memberikan angka pasti, tetapi ada ribuan migran yang menyeberang," ungkapnya. Ia juga menambahkan perbatasan telah benar-benar runtuh akibat gelombang masuk yang masif.

Militer Turun Tangan


Merespons kondisi tersebut, Kementerian Dalam Negeri Spanyol langsung mengambil tindakan cepat dengan mengerahkan 60 personel angkatan bersenjata dan 30 petugas tambahan dari Guardia Civil ke lokasi kejadian.

"Angkatan bersenjata akan memperkuat Guardia Civil dalam menjalankan wewenangnya dan wewenang lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan di kota Ceuta," jelas perwakilan kementerian melalui keterangan resminya.

Sebuah stasiun televisi nasional, TVE memperkirakan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang telah menembus wilayah Ceuta. Sementara itu, kantor berita Efe melaporkan sebagian migran masuk setelah nekat memanjat pagar perbatasan yang cukup tinggi.

Status Darurat Ditolak

Meskipun arus migran terus mengalir, pemerintah pusat Spanyol menolak usulan penetapan status darurat nasional. Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa status tersebut tidak berlaku untuk penanganan isu migrasi, melainkan khusus untuk bencana meteorologi, ancaman gunung berapi, atau insiden nuklir.

Sebagai langkah diplomasi, Perdana Menteri Spanyol, Sánchez berjanji memberikan respons segera untuk memulihkan keadaan. Ia menyamakan situasi ini dengan krisis tahun 2021 ketika lebih dari 8.000 orang membanjiri Ceuta dalam dua hari.

"Kami memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan otoritas Maroko dan internasional, dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan normal sesegera mungkin,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/perbatasan-ceuta-jebol-spanyol-kerahkan-pasukan-militer.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki