- Home
- Internasional
- Tragis, Bayi Berusia 2 Bulan di Gaza Meninggal Akibat Kelaparan
Internasional
Tragis, Bayi Berusia 2 Bulan di Gaza Meninggal Akibat Kelaparan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 26 Feb 2024 18:08
SEORANG bayi laki-laki bernama Mahmoud berusia dua bulan meninggal dunia akibat kelaparan yang menghantam Gaza Utara. Akibat kejadian itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya memperingatkan soal ledakan kematian anak-anak karena perang Israel.
Salah satu paramedis yang membawa bocah itu ke Rumah Sakit mengatakan Mahmoud meninggal karena mengalami kekurangan gizi akut, wajahnya pucat seolah mengambil napas terakhirnya untuk bisa bertahan hidup.
“Kami melihat seorang wanita menggendong bayinya, berteriak meminta bantuan. Bayinya yang pucat sepertinya mengambil napas terakhirnya,” kata Paramedis dalam video, dikutip dalam laman Aljazeera, Senin (26/2/2024).
“Kami membawanya ke Rumah Sakit dan dia ditemukan menderita kekurangan gizi akut. Staf medis membawanya ke ICU. Bayi itu tidak diberi susu selama berhari-hari, karena susu bayi sama sekali tidak ada di Gaza,” katanya.
Kematian Mahmoud terjadi ketika pemerintah Israel melancarkan serangannya di Gaza. Setelah serangan pejuang Hamas pada Oktober 2023, Israel terus mengabaikan perintah global untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke daerah yang terkepung.
PBB mengatakan sekitar 2,3 juta orang di Gaza saat ini berada di ambang kelaparan. Hal itu lantaran Israel memotong semua pasokan makanan, air, dan bahan bakar ke Gaza pada waktu awal perang.
Oleh karena itu, lembaga bantuan mengatakan pemeriksaan ketat yang dilakukan pasukan Israel mendapat protes oleh demonstran sayap kanan di persimpangan Karem Abu Salem.
Biasanya mereka mengenalnya sebagai Kerem Shalom untuk menghambat masuknya truk makanan. Situasi ini juga semakin memanas ketika mereka tidak bisa mendistribusikan makanan karena kurangnya keamanan yang disebabkan oleh pembunuhan yang ditargetkan Israel terhadap Polisi yang menjaga. Maka situasi ini hampir sepenuhnya terputus dari bantuan sejak akhir Oktober.
“Tanda-tanda kelemahan dan pucat terlihat pada bayi baru lahir karena ibunya kekurangan gizi,” ucap Abu Safiya selaku Kepala Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara kepada Aljazeera.
“Sayangnya banyak anak telah meninggal dunia dalam beberapa minggu terakhir. Jika kita tidak mendapatkan bantuan dengan cepat, maka kita akan kehilangan lebih banyak (orang) karena kekurangan gizi,” katanya.