Minggu, 10 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Untuk Pertama Kalinya, Kanada Sanksi Pemukim Israel yang Serang Warga Palestina di Tepi Barat

Internasional,

Untuk Pertama Kalinya, Kanada Sanksi Pemukim Israel yang Serang Warga Palestina di Tepi Barat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 18 Mei 2024 17:07
okezone.com

JAKARTA - Untuk pertama kalinya Pemerintah Kanada akan menjatuhkan sanksi terhadap empat pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki. Hal itu ketika kekerasan pemukim terhadap warga Palestina meningkat selama perang Israel di Gaza.

Melansir Al Jazeera, Sabtu (18/5/1014), Kementerian Urusan Global Kanada mengatakan, untuk pertama kalinya mereka memberikan sanksi kepada pemukim Israel atas tindakan kekerasan dan destabilisasi terhadap warga Palestina.

“Serangan yang dilakukan oleh pemukim ekstremis Israel " yang merupakan sumber ketegangan dan konflik yang sudah berlangsung lama di kawasan ini " telah meningkat secara mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir,” kata kementerian tersebut.

“Hal ini telah melemahkan hak asasi manusia Palestina, prospek solusi dua negara, dan menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan regional,” katanya.

Para pemukim yang menjadi sasaran adalah David Chai Chasdai, Yinon Levi, Zvi Bar Yosef, dan Moshe Sharvit. Kementerian menyatakan, keempatnya terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam kekerasan terhadap warga sipil dan properti Palestina.

Sanksi tersebut diumumkan di tengah penolakan Israel untuk menghentikan serangan pemukim yang meningkat, di saat negara-negara Barat telah lama mendukung solusi dua negara.

Namun, negara-negara Barat hanya memberikan sedikit konsekuensi terhadap perluasan pemukiman Israel yang terus-menerus dibangun di atas tanah Palestina di Tepi Barat. Pemukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional.

Pada Februari, Amerika Serikat mengumumkan akan memberikan sanksi kepada segelintir pemukim Israel, termasuk Chasdai dan Levi, atas serangan terhadap warga Palestina.

Langkah ini memungkinkan kampanye AS yang lebih luas untuk memberikan tekanan pada gerakan pemukim. Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden saat ini masih membatasi sanksi terhadap segelintir individu saja.

AS telah menolak seruan untuk memberikan sanksi kepada menteri-menteri sayap kanan Israel, seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, namun sanksi yang lebih terbatas terhadap pemukim telah menimbulkan kemarahan dari para pejabat Israel.

Sejak awal perang Israel di Gaza, serangan pemukim terhadap warga Palestina telah meningkat. Serangan itu seringkali di bawah pengawasan pasukan Israel yang hanya mengambil sedikit tindakan terhadap para pelakunya.

Pekan ini, sekelompok pemukim Israel menyerang seorang sopir truk Palestina di Tepi Barat dengan asumsi keliru bahwa ia sedang mengantarkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menurut kelompok hak asasi manusia Israel B’tselem, yang mengatakan kebijakan Israel di wilayah pendudukan merupakan kejahatan apartheid, hanya 3 persen investigasi terhadap serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina yang menghasilkan hukuman. Banyak di antaranya tidak dilaporkan.

Sikap apatis tersebut tidak mengherankan bagi warga Palestina, yang memandang pemukim sayap kanan dan kebijakan negara Israel sebagai dua upaya bersama untuk menggusur warga Palestina dan mendorong pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.