- Home
- Internasional
- Update Tabrakan Kereta Barang dan Penumpang, Korban Tewas Bertambah 15 Orang
Internasional,
Update Tabrakan Kereta Barang dan Penumpang, Korban Tewas Bertambah 15 Orang
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 18 Jun 2024 09:45
KOLKATA - Sebuah kereta barang menabrak bagian belakang kereta penumpang yang sedang berhenti di negara bagian Benggala Barat, India, pada Senin (17/6/2024), menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Otoritas kereta api menyalahkan kecelakaan itu ke pengemudi. Media menunjukkan gambar tumpukan tersebut, dengan kontainer dari kereta barang berserakan di dekatnya, dan satu gerbong dibiarkan hampir vertikal setelah kecelakaan tersebut, yang terjadi hanya setahun setelah kesalahan persinyalan menyebabkan salah satu kecelakaan kereta api terburuk di India.
Abhishek Roy, seorang pejabat senior polisi di distrik Darjeeling, negara bagian timur, tempat terjadinya kecelakaan, mengatakan kepada Reuters, lima belas mayat dikeluarkan dari gerbong yang hancur.
Lima puluh empat orang terluka dan tim penyelamat dari kepolisian dan pasukan tanggap bencana nasional sedang bekerja untuk membersihkan puing-puing dari gerbong yang tergelincir.
Kereta barang menabrak Kanchanjunga Express yang melakukan perjalanan ke Kolkata, ibu kota Benggala Barat, dari negara bagian Tripura di timur laut, menyebabkan tiga gerbong kereta penumpang keluar dari rel.
Belum jelas berapa banyak penumpang yang berada di dalam pesawat pada saat itu.
Tim penyelamat menggunakan batang besi dan tali untuk bekerja membebaskan satu gerbong kereta penumpang yang tersapu ke atas hingga tersangkut di atap kereta barang akibat benturan tersebut.
Jaya Varma Sinha, kepala dewan kereta api yang menjalankan jaringan kereta api nasional mengatakan kepada wartawan bahwa korban tewas termasuk pengemudi kereta barang dan penjaga kereta penumpang.
Sinha mengatakan kecelakaan itu terjadi setelah pengemudi kereta barang mengabaikan sinyal.
Pekerjaan penyelamatan telah selesai dan pihak berwenang berupaya memulihkan lalu lintas, dengan kerusakan yang tidak terlalu parah dibandingkan perkiraan awal.
Kompartemen penjaga di kereta penumpang rusak parah. “Ada dua van parsel yang terpasang di depannya sehingga mengurangi tingkat kerusakan pada penumpang,” ujarnya.
Beberapa orang mengatakan kepada kantor berita ANI, penduduk sekitar mendengar suara tabrakan keras dan melihat tumpukan benda tersebut ketika hendak melakukan penyelidikan.