Rabu, 03 Jun 2026

Kesehatan,

Angka Stunting di Jakarta Turun Jadi 17,2 Persen

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 22 Agu 2025 11:00
Berita satu.com
Dinas Kesehatan Jakarta melaporkan bahwa tingkat prevalensi stunting di Jakarta berdasarkan survei status gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencapai 17,2 persen. Angka ini turun tipis 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita ingin untuk Jakarta angka stunting idealnya, bisa ditekan jauh lebih rendah lagi,” ujar Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Lies Dwi Oktavia seperti dilansir dari Antara, Jumat (22/6/2025).

Untuk menekan angka tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berfokus memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

“Memastikan seluruh bayi dalam 1.000 HPK mendapat akses ASI eksklusif yang baik, kemudian saat mulai mendapat makanan pendamping ASI, mempunyai kebiasaan makan yang baik,” tambahnya.

Dia menjelaskan, pemenuhan gizi pada fase awal kehidupan akan memengaruhi kualitas pertumbuhan anak hingga dewasa dan usia lanjut. Oleh sebab itu, kebutuhan gizi bayi harus terpenuhi selama 1.000 HPK.

Jika ditemukan balita dengan berat badan kurang (underweight), Lies menegaskan perlunya intervensi gizi sedini mungkin agar anak dapat kembali ke kurva pertumbuhan ideal dan terhindar dari stunting.

“Kalau kita tidak segera mengintervensi mulai dari tahap underweight, maka besar risiko balita atau bayi tersebut masuk ke dalam kelompok masalah gizi yang lebih serius dan jangka panjang bisa menjadi stunting,” jelas Lies.

Lies juga menyebut Jakarta masih menghadapi persoalan balita underweight, dengan prevalensi 14,9 persen pada 2024, meningkat dibandingkan 14,5 persen pada 2023. “Hal ini menunjukkan kita masih punya masalah dengan gizi pada keluarga yang mempunyai anak balita,” tuturnya.

Menurut Lies, percepatan penurunan stunting di Jakarta memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, tenaga kesehatan, hingga pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu membentuk perilaku makan sehat pada anak.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.