Minggu, 28 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Bolehkah Air Rebusan Bekas Mi Instan Aman Dikonsumsi?

Kesehatan,

Bolehkah Air Rebusan Bekas Mi Instan Aman Dikonsumsi?

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 15:51
okezone.com
Bolehkah air rebusan bekas mi instan aman dikonsumsi? Banyak di antara kita yang sempat mendengar bahwa air bekas merebus mi instan sebaiknya dibuang karena "berbahaya" atau penuh bahan kimia.

Isu ini sering beredar di media sosial, lengkap dengan foto atau video air rebusan yang tampak keruh, berminyak, atau berbuih. Tidak jarang, narasinya dibumbui dengan klaim bahwa air tersebut mengandung zat-zat beracun yang bisa mengganggu kesehatan jika diminum.

Kekhawatiran ini membuat sebagian orang memilih merebus mi dua kali, air pertama dibuang, lalu mi direbus kembali dengan air bersih sebelum dicampur bumbu. Di sisi lain, ada juga yang tetap menggunakan air rebusan tersebut sebagai kuah karena dinilai lebih gurih dan nikmat.

Air rebusan mi instan ternyata menyimpan berbagai sisa komponen dari proses pembuatan mi. Di dalamnya terdapat minyak hasil proses penggorengan mi kering, zat pengawet seperti TBHQ (tertiary butylhydroquinone), serta natrium dalam kadar tinggi. Meski dalam kadar rendah masih dinyatakan aman oleh badan pengawas pangan, zat ini bisa ikut larut ke dalam air selama proses perebusan.

Tak hanya itu, air rebusan juga berpotensi mengandung residu lemak jenuh dan jejak logam berat dari proses pengolahan industri, meski jumlahnya sangat kecil. Garam, pewarna makanan, serta perisa buatan yang larut dari mi maupun bumbunya ikut memperkaya kandungan natrium dan zat kimia di dalamnya. Kombinasi inilah yang membuat air rebusan sering terlihat berminyak, berbuih, atau bahkan keruh setelah mi matang.

“Logikanya, air rebusan mi instan berisi sari-sari dari mi instan itu sendiri. Jika memang air tersebut berefek buruk, tentu hal ini tidak akan berpengaruh besar jika menghindari air rebusannya. Karena sumber dari kejelekan air rebusan tersebut, yakni mi instan itu sendiri, tetap Anda makan,” ujar dr. Yosephine S.

Faktanya, mi instan tetap tergolong sebagai makanan olahan tinggi natrium dan rendah serat. Membuang air rebusan pertama lalu menggantinya dengan air baru sebelum menambahkan bumbu memang bisa menjadi langkah yang lebih bijak untuk mengurangi kadar minyak, tepung, dan natrium yang larut selama proses perebusan. Namun, hal ini bukan berarti mi instan otomatis berubah menjadi makanan sehat.

Untuk menyiasatinya, kita bisa menambahkan sayuran seperti wortel, sawi, brokoli, atau bayam agar kandungan serat, vitamin, dan mineralnya lebih lengkap. Menambahkan sumber protein seperti telur rebus, ayam suwir, tahu, atau tempe juga dapat membantu membuat hidangan ini lebih bernutrisi dan mengenyangkan lebih lama.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

kesehatan
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.