Kamis, 30 Jul 2026

Bunuh Diri Masih Jadi Penyebab Kematian Tertinggi

Jumat, 11 Sep 2015 19:43

KESADARAN akan upaya bunuh diri harus ditingkatkan masyarakat untuk mencegah dan membuang stigma negatif tentang bunuh diri. Hal ini menjadi penting mengingat kasus bunuh diri terus meningkat.

"Ada banyak faktor yang membuat seseorang bunuh diri. Namun, bunuh diri tidak perlu terjadi kalau kita sebagai masyarakat mau peduli. Kita harus lebih peka saat melihat perubahan perilaku yang drastis pada orang yang kita kenal," kata dr Eka Viora, SpKJ, Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, dalam media briefing, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jumat (11/9/2015).

Di Indonesia, angka bunuh diri pada 2012 berkisar 1,6 sampai 1,8 kasus per 100.000 jiwa. Kini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan angka bunuh diri mencapai 4,3 per 100.000 populasi. Sementara, Mabes Polri mencatat rasio bunuh diri berkisar 0,4 sampai 0,5 per 100.000 pada 2012.

"Jumlah ini diperkirakan akan meningkat bila perhatian masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan meningkat. Banyak kasus bunuh diri terselubung yang tidak tercatat karena dokter tidak memasukkan kasus bunuh diri atau percobaannya sebagai diagnosis. Belum lagi keluarga yang menutup kasus karena berbagai stigma," ungkapnya.

Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), kasus bunuh diri terus mengalami peningkatan di berbagai belahan dunia. Hampir satu juta orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri atau satu korban setiap empat puluh detik. Ini merupakan penyebab kematian nomor dua pada penduduk usia 15-29 tahun (WHO 2015).

"Dibandingkan dengan total korban perang dan pembunuhan, kasus bunuh diri lebih tinggi dengan persentase 57 persen. Bahkan 75 persen kasus terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan miskin," tambahdr Priska Primastuti, representasi WHO untuk Indonesia, pada kesempatan yang sama.

(okezone)
kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki