Minggu, 07 Jun 2026

Kesehatan

Ini Alasan Imunisasi Campak Anak tak Cukup Sekali

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 28 Feb 2026 16:10
(FotoRepublika.co.id)
JAKARTA -- Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Prof dr Anggraini Alam, menekankan pentingnya imunisasi campak lengkap bagi anak-anak. Menurutnya, pemberian vaksin campak perlu dilakukan sebanyak tiga kali untuk memastikan antibodi terbentuk optimal

"Jadi tiga kali pemberian imunisasi campak. Mengapa kok berulang-ulang? Karena ini untuk melemahkan virus, tentunya membutuhkan dosis telt dan berulang agar antibodi bisa tinggi sehingga tidak terkena campak," kata Prof Anggraini dalam diskusi virtual pada Sabtu (28/2/2026).

Prof Anggaraini turut menanggapi mitos yang beredar terkait vaksin, seperti klaim bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme. Menurutnya, klaim ini sudah usang dan tidak memiliki dasar ilmiah.

"Sudah ada empat studi besar yang melibatkan hingga 23 juta anak, termasuk penelitian di Denmark dengan 500 ribu hingga 1,25 juta anak. Semua menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin campak dengan autisme. Mitos ini berasal dari penelitian tahun 1998 yang sudah ditarik kembali," kata dia.

Ia juga membantah anggapan sebagian masyarakat yang enggan divaksin dan hanya mengandalkan kekebalan alami. Prof Anggraini mengingatkan bahwa komplikasi campak bisa sangat berat bahkan bisa menyebabkan kematian.

"Kalau ada yang bilang nggak mau divaksin, waduh kan tahu sendiri ya komplikasi campak itu serius sekali. Jadi paling aman ya lengkapi imunisasi campak," ujar Prof Anggraini.

Dia mengungkapkan risiko imunisasi yang tidak lengkap, termasuk immun amnesia. Kondisi ini membuat anak kehilangan kekebalan terhadap berbagai penyakit setelah terkena campak, sehingga lebih rentan terserang penyakit lain seperti pertusis, difteri, dan pneumonia.

"Campak itu seperti host, yang bisa membuka pintu bagi penyakit lain untuk menyerang. Jadi kalau anak sudah campak, maka dia pun berisiko tinggi terkena penyakit lain," ujar Prof Anggraini.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jabar tersebut mendorong orang tua untuk memastikan imunisasi anak lengkap, terutama sebelum anak masuk PAUD dan SD. Menurut dia, imunisasi campak sebelum masuk sekolah sangat krusial karena anak yang terlindungi akan mengurangi risiko penularan ke teman-temannya.

"Sebelum masuk PAUD ya imunisasi, lanjut sebelum SD. Ayo dong kalau terlewat dikejar, jangan satu vaksin campak saja. Risiko terpaparnya masing tinggi. Jadi ayo imunisasi yang lengkap," kata dia.

la mengatakan imunisasi campak telah tersedia di Puskesmas dan tidak dipungut biaya alias gratis. Prof Anggraini menekankan bahwa vaksin lengkap sangat krusial dalam mencegah campak.

"Apalagi campak itu belum ada obatnya. Selama ini pengobatannya masih suportif, jadi lebih baik mencegah daripada mengobati," kata dia.

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin imunisasi kepada anak di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/6/2025). - (Republika/Thoudy Badai)
 
Dia mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap campak sebagai penyakit ringan. Pasalnya, campak bisa menimbulkan komplikasi serius bahkan berpotensi mengancam nyawa anak.

"Campak tidak hanya menimbulkan ruam dan demam. Infeksi ini dapat memicu berbagai komplikasi pada anak," kata Prof Anggraini.
Sumber: (Republika.co.id)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.