Selasa, 21 Apr 2026

Kesehatan

Ini Alasan Imunisasi Campak Anak tak Cukup Sekali

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 28 Feb 2026 16:10
(FotoRepublika.co.id)
JAKARTA -- Dokter spesialis anak konsultan infeksi dan penyakit tropis, Prof dr Anggraini Alam, menekankan pentingnya imunisasi campak lengkap bagi anak-anak. Menurutnya, pemberian vaksin campak perlu dilakukan sebanyak tiga kali untuk memastikan antibodi terbentuk optimal

"Jadi tiga kali pemberian imunisasi campak. Mengapa kok berulang-ulang? Karena ini untuk melemahkan virus, tentunya membutuhkan dosis telt dan berulang agar antibodi bisa tinggi sehingga tidak terkena campak," kata Prof Anggraini dalam diskusi virtual pada Sabtu (28/2/2026).

Prof Anggaraini turut menanggapi mitos yang beredar terkait vaksin, seperti klaim bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme. Menurutnya, klaim ini sudah usang dan tidak memiliki dasar ilmiah.

"Sudah ada empat studi besar yang melibatkan hingga 23 juta anak, termasuk penelitian di Denmark dengan 500 ribu hingga 1,25 juta anak. Semua menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin campak dengan autisme. Mitos ini berasal dari penelitian tahun 1998 yang sudah ditarik kembali," kata dia.

Ia juga membantah anggapan sebagian masyarakat yang enggan divaksin dan hanya mengandalkan kekebalan alami. Prof Anggraini mengingatkan bahwa komplikasi campak bisa sangat berat bahkan bisa menyebabkan kematian.

"Kalau ada yang bilang nggak mau divaksin, waduh kan tahu sendiri ya komplikasi campak itu serius sekali. Jadi paling aman ya lengkapi imunisasi campak," ujar Prof Anggraini.

Dia mengungkapkan risiko imunisasi yang tidak lengkap, termasuk immun amnesia. Kondisi ini membuat anak kehilangan kekebalan terhadap berbagai penyakit setelah terkena campak, sehingga lebih rentan terserang penyakit lain seperti pertusis, difteri, dan pneumonia.

"Campak itu seperti host, yang bisa membuka pintu bagi penyakit lain untuk menyerang. Jadi kalau anak sudah campak, maka dia pun berisiko tinggi terkena penyakit lain," ujar Prof Anggraini.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jabar tersebut mendorong orang tua untuk memastikan imunisasi anak lengkap, terutama sebelum anak masuk PAUD dan SD. Menurut dia, imunisasi campak sebelum masuk sekolah sangat krusial karena anak yang terlindungi akan mengurangi risiko penularan ke teman-temannya.

"Sebelum masuk PAUD ya imunisasi, lanjut sebelum SD. Ayo dong kalau terlewat dikejar, jangan satu vaksin campak saja. Risiko terpaparnya masing tinggi. Jadi ayo imunisasi yang lengkap," kata dia.

la mengatakan imunisasi campak telah tersedia di Puskesmas dan tidak dipungut biaya alias gratis. Prof Anggraini menekankan bahwa vaksin lengkap sangat krusial dalam mencegah campak.

"Apalagi campak itu belum ada obatnya. Selama ini pengobatannya masih suportif, jadi lebih baik mencegah daripada mengobati," kata dia.

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin imunisasi kepada anak di RPTRA Flamboyan, Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu, (4/6/2025). - (Republika/Thoudy Badai)
 
Dia mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap campak sebagai penyakit ringan. Pasalnya, campak bisa menimbulkan komplikasi serius bahkan berpotensi mengancam nyawa anak.

"Campak tidak hanya menimbulkan ruam dan demam. Infeksi ini dapat memicu berbagai komplikasi pada anak," kata Prof Anggraini.
Sumber: (Republika.co.id)

kesehatan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • Senin, 16 Mar 2026 14:53

    Pemudik Diimbau Istirahat 30 Menit agar Tetap Fit Selama Perjalanan

    JAKARTA - Para pemudik yang melintas di jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diimbau untuk mengatur waktu istirahat secara bijak agar kondisi tubuh tetap bugar selama perjalanan mudik Lebaran. Pengelol

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:23

    Apa Saja Dampak Makan Telur Setiap Hari Saat Sahur dan Buka Puasa?

    JAKARTA - Telur dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya nutrisi dan menjadi sumber protein yang baik bagi tubuh. Bahan makanan ini juga mudah diolah menjadi berbagai hidangan, seperti telur dadar

  • Jumat, 13 Mar 2026 16:48

    3 Tips Redakan Nyeri atau Kram saat Menstruasi

    JAKARTA - Nyeri atau kram saat menstruasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi perempuan. Apalagi jika ditambah dengan sesuatu yang membuat mood menjadi kurang bagus atau membuat marah.Hal itu

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.