Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi

Kesehatan

Jumlah Kanker Payudara Meningkat, Ini 3 Penanganannya Selain Kemoterapi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 09 Mar 2026 10:23
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara menjadi kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Bahkan jumlahnya akan semakin meningkat. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memperkirakan pada tahun 2022 terdapat 66.271 kasus baru kanker payudara di Indonesia, dengan 22.598 kematian, serta prevalensi 5 tahun sekitar 209.748 orang (perkiraan jumlah pasien yang masih hidup dalam lima tahun setelah diagnosis).

Tumor payudara sering kali diawali dengan perubahan kecil yang kadang tidak disadari. Oleh karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal, tumor payudara, terutama yang ganas, tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelas dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah, Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong dalam keterangan resminya, Minggu (3/8/2026).

Sementara itu, pengobatan seperti kemoterapi biasanya menjadi salah satu acuan bagi pasien kanker. Kemoterapi digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Terapi ini sering diberikan sebelum atau setelah operasi untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan atau mengecilkan ukuran tumor.

Selain kemoterapi, dr. Ivan mengungkapkan terdapat beberapa jenis pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk menangani kanker payudara. Berikut penjelasannya:

1. Operasi
Tindakan operasi menjadi salah satu penanganan utama pada kanker payudara. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, seperti lumpektomi (breast-conserving surgery), yaitu pengangkatan tumor dengan tetap mempertahankan sebagian besar jaringan payudara.

Selain itu, terdapat juga mastektomi, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara jika ukuran tumor sangat besar atau telah menyebar luas.

2. Radioterapi
Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker yang mungkin masih tersisa setelah operasi. Terapi ini biasanya diberikan pada pasien dengan tumor yang lebih besar atau yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

3. Terapi Hormon dan Imunoterapi
Pada kanker payudara yang bersifat hormon-reseptor positif, terapi hormon dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, imunoterapi dan terapi target juga dapat dilakukan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh atau menargetkan protein tertentu pada sel kanker.

“Melalui kolaborasi tim medis yang multidisiplin serta dukungan teknologi medis yang memadai, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat, dengan harapan terbaik untuk kesembuhan dan kualitas hidup yang lebih baik,” ujar dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Sumber: (Okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.