Tahapan ASI Wajib Tahu demi Kesuksesan Menyusui
Sabtu, 08 Agu 2015 16:24
MENYUSUI anak yang baru lahir dengan air susu ibu (ASI) adalah tindakan alami yang harus dilakukan setiap ibu. Meski demikian, menyusui bisa menjadi hal yang tidak mudah bila tanpa pengetahuan dan dukungan lingkungan untuk menyukseskan pemberian ASI pada bayi.
Untuk mencapai kesuksesan pemberian ASI, salah satu hal yang perlu diketahui adalah cara dan tahapan minum ASI yang benar oleh bayi. Menurut dr Candra Wijaya, Health Team Leader Wahana Visi Indonesia, dalam acara bertema "Aksi ASI: Ibu Bekerja, ASI Beraksi", di Gandaria City Jakarta, Sabtu (8/8/2015), ada tiga cara dan tahap standar pemberian ASI, dari awal pemberian ASI hingga setelah ASI eksklusif. Berikut adalah tahapannya.
Inisiasi menyusu dini (IMD)
"IMD adalah sebuah aksi dari bayi yang baru lahir sesegera mungkin untuk menyusu. IMD harus diberikan oleh ibu pada bayi satu jam setelah melahirkan. Ini sangat penting karena ada satu faktor yang didapat dari inisiasi ini, yaitu adanya kontak kulit antara ibu dan anak yang memberikan keuntungan, seperti ketenangan untuk ibu, kehangatan untuk bayi, dan produksi ASI," kata dr Candra.
IMD juga penting karena ASI pertama yang keluar mengandung kolostrum yang mengandung zat kekebalan tubuh dan faktor pelindung lainnya bagi bayi.
"Bayi yang baru lahir memiliki lambung sebesar kelereng. Satu sampai dua sendok kolostrum akan mengisi perut bayi juga. Beberapa masyarakat menganggap cairan kuning yang keluar dari payudara adalah kotoran yang harus dibuang, padahal itu adalah zat yang penting dan bermanfaat bagi bayi. Kolostrum hanya keluar sekali dan tidak terdapat dalam susu formula atau makanan apapun," tambahnya.
ASI eksklusif
Setelah IMD di hari pertama setelah kelahiran, ibu harus mempersiapkan pemberian ASI eksklusif hingga anak berusia enam bulan. Pada tahapan ini, anak tidak boleh diberi asupan selain ASI, seperti air putih, susu formula, bubur susu, atau makanan lain.
"Tantangan yang dihadapi pada masa ASI eksklusif memang banyak, dan itu datang dari ketidaktahuan," kata dr Candra.
Ia mengatakan, ASI yang keluar akan menyesuaikan kebutuhan anak. Misal pada usia anak satu sampai dua hari, sedikitnya ASI yang keluar masih ditolerir karena ukuran lambung anak yang kecil dan itu masih diatasi ibi dengan tetap mendekatkan anak dan membuatnya menyusu.
"Sayangnya, saat sadar ASI tidak keluar, beberapa ibu menurut untuk memberi anak makanan prelaktal, atau makanan sebelum ASI keluar, karena takut anak kelaparan. Langkah tersebut justru menggagalkan ASI eksklusifnya," ungkap dr Candra.
Akan tetapi, bila anak dalam keadaan sakit dan sangat membutuhkan obat setelah diperiksa dokter, hal tersebut tidak akan menggagalkan ASI, selama obat yang diberikan benar-benar diketahui dan diresepkan dokter, imbuh dr Candra.
Makanan pendamping ASI (MPASI)
Mulai dari usia enam bulan, bayi butuh diberikan makanan pendamping ASI, yang banyak sekali bentuknya. "Pada tahap ini, anak boleh diperkenalkan makanan lunak dengan ASI sebagai makanan utama bayi," kata dr Candra.
dr Candra mengatakan, makanan yang diberikan harus secara bertahap disesuaikan dengan usia bayi, hingga ia bisa makan makanan keluarga saat usia lebih dari satu tahun. Pemberian MPASI dan ASI perlu diteruskan sampai usia anak dua tahun atau lebih.
Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok
PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia
Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr
Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di Yordania, Bahrain dan Kuwait
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap beberapa pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Tindakan
Satgas Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana Sumatra
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah di Provinsi Aceh untuk menyinkronkan seluruh progr
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Fenomena ini diperkirakan berlangsung dari tang