Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Turunkan Risiko Depresi dengan Duduk Santai 15 Menit di Alam

Lifestyle

Turunkan Risiko Depresi dengan Duduk Santai 15 Menit di Alam

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 09 Agu 2025 11:04
Berita satu.com
Risiko depresi ternyata bisa ditekan hanya dengan kebiasaan sederhana yakni  duduk santai di alam selama 15 menit setiap hari. Penelitian yang menganalisis hampir 450 studi menemukan bahwa waktu singkat di ruang terbuka hijau cukup untuk menurunkan risiko depresi, mengurangi kecemasan, dan mengatasi rasa lelah.

Temuan ini datang dari tim peneliti Stanford University yang menyoroti bahwa aktivitas fisik di alam tidak selalu lebih efektif untuk kesehatan mental dibanding sekadar duduk santai. 

“Temuan kami menegaskan bahwa paparan singkat ke alam tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental,” kata Profesor Yingjie Li, penulis utama studi ini dikutip Dailymail, Sabtu (9/8/2025). 

Menariknya, duduk santai di alam memberikan dorongan suasana hati yang lebih besar ketimbang berolahraga di luar, setidaknya untuk aspek kesehatan mental. Bahkan, jika memiliki waktu lebih dari 45 menit sehari, manfaatnya bertambah, termasuk penurunan stres yang signifikan dan rasa segar yang lebih tinggi.

Studi ini juga menemukan bahwa anak muda merasakan manfaat lebih besar dibanding populasi umum. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar gangguan mental muncul sebelum usia 25 tahun. Data terbaru menunjukkan jumlah orang yang mencari bantuan untuk masalah mental melonjak 40% sejak sebelum pandemi, mencapai hampir 4 juta orang. 

Diperkirakan satu dari enam orang dewasa akan mengalami depresi seumur hidupnya. Beberapa tanda depresi menurut NHS antara lain suasana hati rendah secara terus-menerus, kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas, rasa tidak berharga atau rendah diri, kecemasan berlebihan, serta pikiran untuk mengakhiri hidup. 

Gejala fisik juga bisa muncul, seperti perubahan nafsu makan, sembelit, kelelahan, menurunnya gairah seksual, dan gangguan tidur.

Hampir seperempat anak di Inggris kini berisiko mengalami gangguan mental, dan angka ini diprediksi bertambah seiring proyeksi bahwa 70% populasi dunia akan tinggal di kota pada 2050. Para peneliti menyarankan solusi praktis seperti membangun taman kecil (pocket park), menanam pohon di jalan, dan menyediakan lebih banyak ruang hijau di lingkungan perkotaan.

“Memasukkan waktu singkat di alam ke rutinitas harian bisa jadi intervensi yang efektif,” ujar tim peneliti. 

Pejabat kesehatan menilai kenaikan angka kecemasan dan risiko depresi juga dipicu oleh kesadaran yang lebih besar terhadap isu kesehatan mental, ditambah tekanan ekonomi, termasuk sulitnya mencari pekerjaan bagi anak muda. Di Inggris, jumlah penduduk usia 18-24 tahun yang tidak bekerja karena masalah kesehatan lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade lalu.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Rabu, 10 Jun 2026 16:10

    Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas

    Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit mangrove dan bakti sosial di Desa Terusan Kempas, Kecama

  • Rabu, 10 Jun 2026 16:08

    KPK Sita Uang Puluhan Juta dari Ruang Kerja Wamen Imigrasi

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang tunai senilai puluhan juta rupiah dari ruang kerja Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. Temuan tersebut merupakan hasil

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:31

    Sudah Lihat Kekuatan Lawan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026, Ismael Yakin Lolos

    JAKARTA - Timnas Basket U18 Putra Indoneia sudah tiba # ke Thailand. Mereka sudah siap menghadapi persaingan di FIBA U18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2026 yang berlangsung di Krabi, Thailand, 10-14 Juni

  • Rabu, 10 Jun 2026 15:29

    Dua Gugur, 72 Calon Anggota KPID Riau Ikuti Ujian CAT Langsung Diumumkan Besok

    PEKANBARU - Sebanyak dua peserta seleksi Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau dipastikan gugur, Keduanya tidak bisa lagi mengikuti tahapan berikutnya setelah tak hadir pada ujia

  • Rabu, 10 Jun 2026 14:50

    Wamendagri Ribka Haluk: Pendidikan Kunci Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastr

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.