- Home
- Lingkungan
- KLH: Kualitas Udara Kawasan Industri Dumai tak Membahayakan
Lingkungan
KLH: Kualitas Udara Kawasan Industri Dumai tak Membahayakan
Laporan: Vivi Mulfita Sari
Rabu, 26 Okt 2016 10:18
DUMAI - Industri di kota Dumai memang berkembang, mesin raksasa yang tak pernah tidur itu tidak terlepas dari cirobong sisa hasil produksi, sehingga berkaitan dengan kualitas udara sudah menjadi resiko tercipta polusi udara yang terpapar, namun apakah hal itu membahayakan atau tidak.
Berdasarkan hasil uji udara yang dilaksanakan KLH Dumai beberapa waktu lalu kualitas udara yang dihirup sehari-hari di kota Dumai tidak membahayakan.
"Jadi berdasarkan hasil uji udara yang dilakukan, udara di
kota Dumai masih layak untuk di hirup alias tidak membahayakan bagi
masyarakat,"terang Kepala KLH Dumai, Bambang Surianto didampingi Staff
Labor KLH Sri Ramadhani, Senin (24/10) kemarin.
Dijelaskannya ada beberapa titik yang menjadi sample,
seperti di wilayah Bukit Batrem, wilayah perkantoran Bagan Besar,
wilayah masyarakat di tepi sungai di Jalan Budi Kemuliaan dan terakhir
di wilayah industri di Kelurahan Lubuk Gaung. ''Jadi yang di uji coba
itu udara ambient yakni udara yang dihirup sehari-hari,'' terangnya.
Lebih rinci dikatakannya, di Bukit Batrem dan perkantoran Bagan Besar ada beberapa parameter yang di uji seperti SO2 baku mutu atau ambatasnya 900 Ug/M2 sedangkan hasil analisa udara disana baru 39.53, sedangkan untuk NO2 ambang batasnya 400 analisanya 116.46.
''Sedangkan untuk kawasan tepi sungai di jalan Budi Kemulian dan kawaasan industri. SO2 nya memiliki ambang batas 900 sedangkan hasil analisa 40,47, dan NO2 ambang batasnya 400 analisanya 50,29, ini menunjuukan hasil analisa udara masih jauh dibawah ambang batas,'' terangnya.
Bambang mengatakan hasil tersebut memang sesuai dengan hasil lab, bukan berarti pihaknya membela-bela perusahaan yang ada di kota Dumai. ''Namun inilah kenyataannya,'' sebutnya.
Namun berdasarkan pantauan dilapangan, ketika melintas jalan raya lubuk gaung. Aroma khas pabrik pengola CPO sangat terasa. Bahkan menusuk pencium, itulah yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat disana mengenai polusi udara yang terjadi.
''Kami selama ini hidup seperti ini mencium bau udara seperti ini, sangat menusuk penciuam, baunya tidak sedap,'' terang salah seorang warga Ronald (35). (vie)
DLHK Antisipasi Penumpukan Sampah saat Harri Raya Idulfitri
PEKANBARU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra SIP MSi telah mengantisipasi terjadinya lonjakan dan penumpukan sampah saat Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Selamatkan Tesso Nilo, Negara Hadir Lindungi Gajah Sumatera
PELALAWAN - Upaya penyelamatan Gajah Sumatera kian mendapat perhatian serius. Hal ini terlihat dari kunjungan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Siti Hediati Hariyadi dan Raja Juli
Mantan Gubri Apresiasi Pengaspalan Jalan Teluk Leok dan Tobek Godang
PEKANBARU - Setelah hampir satu dekade berada dalam kondisi rusak dan tidak tersentuh perbaikan, Jalan Teluk Leok di Kecamatan Rumbai Timur akhirnya mulai diperbaiki oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Ru
Akhir Penantian 10 Tahun, Jalan Teluk Leok Akhirnya Mulus di Tangan Agung Nugroho
PEKANBARU - Setelah hampir 10 tahun terbengkalai tanpa perbaikan, Jalan Teluk Leok di Kecamatan Rumbai Timur akhirnya mulai diaspal kembali sepanjang 2,5 kilometer oleh Pemerintah Kota Pekanbaru di ba
Operasional Perusahaan Kami Masih Berjalan
Bagansiapiapi-Menanggapi pemberitaaan Spiritriau. tertanggal 10 Maret 2026 mengenai Plt Gubernur Riau : Izin Konsesi PT Diamond Raya Timber Habis adalah tidak benar Bahwa yang benar