Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • Momen 1.300 Tentara KNIL Menyerah Usai Jepang Bombardir Ladang Minyak Tarakan

Nasional,

Momen 1.300 Tentara KNIL Menyerah Usai Jepang Bombardir Ladang Minyak Tarakan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 16 Agu 2025 11:46
okezone.com
JEPANG menyerang Indonesia di bawah kekuasaan Hindia Belanda pada tahun 1941. Serangan utama Jepang diarahkan ke pengeboran minyak yang ada di Tarakan, Balikpapan, hingga Palembang. Serangan itu membuat pertahanan Hindia Belanda di utara Sulawesi pada 26 Desember 1941 berhasil dilumpuhkan.

Kekuatan udara Jepang tidak menemui kesulitan yang berarti untuk menghancurkan pangkalan dan pertahanan udara Hindia Belanda di Tondano, Sulawesi Utara, seperti yang telah dilakukan terhadap Davao, Filipina. Pada malam tanggal 10â€"11 Januari 1942, sebanyak 6.000 tentara Jepang mendarat di Tarakan.

Ladang minyak telah menghentikan pekerjaannya dan kobaran api berkecamuk melanda tangki penampungan hasil pengeboran. Tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda sebanyak 1.300 personel, termasuk di antaranya kaum pribumi yang menjadi tentara bayaran Belanda, turun semangatnya. Mereka lantas menyerah pada keesokan harinya, atau pada 12 Januari 1942.

Namun, kubu pertahanan di pantai terlambat menerima kabar penyerahan itu dan sempat menenggelamkan dua kapal penyapu ranjau Jepang, dikutip dari buku Sejarah Nasional Indonesia V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Hindia Belanda. Akibatnya, seminggu setelah itu, 215 orang prajurit benteng meriam itu dilempar ke laut dalam keadaan tangan terikat di tempat tenggelamnya kedua kapal Jepang itu. Mereka pun gugur dalam peperangan.

Penghancuran instalasi pengeboran minyak di Tarakan menjadi masalah besar untuk Belanda. Untuk memastikan agar tindakan itu tidak terjadi lagi, dua orang perwira Belanda dikirim ke Balikpapan dengan pesan peringatan bahwa seluruh prajurit dan kalangan sipil akan dibunuh jika Jepang memperoleh instalasi pertambangan di kota itu dalam keadaan utuh.

Kedua perwira itu menyatakan bahwa Jepang dapat tiba di tempat itu secara tidak terduga. Pada hari itu juga, instalasi pengeboran minyak terbakar. Pada tanggal 21 Januari, serangan armada Jepang berangkat dari Tarakan menuju Balikpapan. Beberapa kapal, pesawat udara, dan kapal selam Belanda serta Amerika Serikat di daerah itu berusaha menenggelamkan kapal-kapal Jepang, tetapi tidak cukup ampuh untuk mencegah pendaratan pada tanggal 23 Januari malam.

Kesatuan KNIL bergerak mundur ke daerah pedalaman. Sebanyak 78 orang prajurit dan kalangan sipil Eropa ditangkap Jepang dan kemudian dibunuh. Tapi pada 14 Februari 1942, sebanyak 600 tentara pasukan komando mendarat di salah satu lapangan udara di Palembang dan berhasil merebutnya dari Jepang tanpa kerusakan.

Pasukan Jawa yang tergabung dalam KNIL memukul mundur pasukan Jepang dari kilang-kilang minyak tersebut. Namun, tidak beberapa lama kemudian, pasukan besar infanteri Jepang mendekati sasaran dengan menelusuri Sungai Musi, sehingga komandan KNIL di kota itu diperintahkan untuk mundur sambil merusak fasilitas pengeboran yang ada.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

nasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Senin, 01 Jun 2026 18:53

    Panglima TNI Hadiri Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

    Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI beserta para Kepala Staf Angkatan menghadiri upacara pemakaman militer Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014 s.

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.