- Home
- Pendidikan
- KALEIDOSKOP 2016: Dilema Pendidikan Vokasi di Indonesia
Pendidikan
KALEIDOSKOP 2016: Dilema Pendidikan Vokasi di Indonesia
Sabtu, 24 Des 2016 11:04
Pada tingkat perguruan tinggi, pendidikan vokasi diselenggarakan oleh politeknik dengan berbagai fokus studi. Kendati demikian, keberadaan politeknik belum mampu mengakomodir kebutuhan industri lantaran lulusannya kurang memenuhi kualifikasi yang diminta.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengungkapkan, pendidikan vokasi memang perlu direvitalisasi. Sejalan dengan itu, para dosen juga harus digembleng supaya tidak hanya hafal teori, tapi juga diselingi kemampuan praktik yang baik.
"Caranya bagaimana? Nanti kami akan training mereka di perguruan tinggi tertentu yang dia punya vokasi di level doktor atau master. Kalau di Indonesia tidak ada, nanti cari di luar negeri. Output-nya mereka diharapkan mendapat sertifikasi sebagai ahli dalam bidang masing-masing," tuturnya dalam kuliah umum di Polman Bandung, belum lama ini.
Nasir mengatakan, pendidikan vokasi harus dekat dengan industri. Sehingga, ke depan pengajar politeknik tak hanya dari kalangan akademisi melainkan juga dari industri. Oleh sebab itu, bagi yang dari industri dan belum S-2 akan ada kualifikasi kompetensi terlebih dahulu. Sedangkan lulusan politeknik sendiri bisa menjadi tenaga pengajar di sekolah vokasi.
"Tetapi lulusan harus berkualitas untuk menjadi guru produktif. Nanti kami bekerjasama dengan Kemdikbud untuk kebutuhannya," sebutnya.
Selama ini, lanjut Nasir, pembelajaran di pendidikan vokasi belum sepenuhnya berdasar pada praktik. Untuk itu, pihaknya telah mengonsepkan pembelajaran sistem 3+2+1. Rinciannya, tiga semester di kampus, dua semester di industri, dan satu semester akhir di kampus atau industri. Artinya, proporsi pembelajaran meliputi 70 persen praktik dan 30 persen teori.
"Sudah ada tiga contoh politeknik yang melakukannya. Misalnya Polimari Semarang yang bermitra dengan Pelindo, Polman Bandung dengan 100 industri manufaktur, dan ATMI Surakarta dengan Astra," terangnya.
Dia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 200 politeknik di Indonesia. Nasir menyebut, telah menyiapkan anggaran Rp200 miliar untuk keperluan revitalisasi politeknik negeri tahun depan. Adapun jumlah politeknik yang akan direvitalisasi pada tahap awal, yakni 12 politeknik.
"Karena ini masih mindset baru. Kami hanya ingin meningkatkan dulu (12 politeknik). Kami belum bisa menargetkan berapa jumlahnya . Tapi politeknik di Indonesia harus menuju pada vokasi yang profesional," tukasnya. (okezone.com)
Pendidikan
Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi
Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time
Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap
Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d
Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan
Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N
Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis
JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat
HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako
PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit